Abstract :
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mengeksplorasi persepsi perokok
berat terhadap inovasi kemasan, warna dan gambar peringatan kesehatan. Tujuan
berikutnya adalah menggali pemaknaan individu mengenai karakter psikologis informan.
Penetapan informan dilakukan dengan survei awal untuk mendapatkan kriteria
yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Dari sepuluh orang yang mengikuti
proses survey awal hanya delapan informan pria dan wanita yang memenuhi kriteria.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
Grounded Theory dengan melakukan wawancara mendalam (indepth interview).
Hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan secara garis besar bahwa perokok
pria memberikan kesan bahwa metode membuka kemasan baik tipe fliptop, lighter
maupun tipe novel / buku tidak berpengaruh pada aroma maupun rasa bagi rokok itu
sendiri. Sedangkan perokok wanita memberikan kesan yang berbeda, metode membuka
kemasan dapat berpengaruh terhadap aroma dan rasa rokok. Walaupun kesan yang
diberikan oleh perokok pria dan perokok wanita berbeda, namun perokok pria dan wanita
lebih menyukai kemasan dengan tipe fliptop.
Temuan berikutnya mengenai sikap perokok pria maupun perokok wanita
menyukai kemasan rokok dengan warna merah, hal ini dikarena kemasan dengan warna
merah memberikan kesan bahwa rokok tersebut adalah rokok berat, yaitu rokok yang
dengan kandungan tar dan nikotin yang cukup tinggi sehingga menyebabkan terasa berat
pada saat dihisap. Temuan yang terakhir Perokok pria dan perokok wanita memberikan
tanggapan bahwa pencantuman gambar peringatan kesehatan pada kemasan rokok tidak
efektif mempengaruhi seseorang untuk berhenti merokok. Perokok pria dan perokok
wanita lebih memilih kalimat peringatan kesehatan pada kemasan rokok. Hal itu
dikarenakan perokok merasa gambar tersebut mengerikan, menjijikan, bahkan dapat
menghilangkan nafsu makan setiap melihat gambar kerusakan anggota tubuh yang
disebabkan karena merokok.