Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Priyowardono, Oktavianus Yusi Arianto
Subject
Transportasi
Datestamp
2016-09-14 09:35:16
Abstract :
Pasir pantai adalah salah satu jenis bahan yang mudah diperoleh dan persediaannya juga cukup melimpah. Bahan lapis perkerasan tidak hanya membutuhkan agregat kasar tetapi juga membutuhkan agregat halus, sehingga pasir pantai mempunyai potensi untuk digunakan sebagai bahan susun lapis perkerasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pasir pantai dapat digunakan sebagai alternatif pengganti bahan susun lapis perkerasan jalan. Pada penelitian ini menggunakan agregat halus berupa pasir pantai yang berasal dari pantai Parangtritis. Penelitian dilakukan selama enam bulan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kadar garam di dalam campuran lapis perkerasan. Persyaratan bahan dan campuran menggunakan spesifikasi dalam Petunjuk Pelaksanaan Lapis Aspal Beton (Laston) Untuk Jalan Raya SKBI-2.4.26.1987. Pemeriksaan campuran beton aspal dilakukan dengan menggunakan metode Marshall dan pemotretan Benda uji dilakukan dengan menggunakan mikroskop Polarisasi. Dari hasil uji Laboratorium Kimia Analitik menunjukkan bahwa kandungan Na sebesar 9322,50 ppm atau 0,932250 % dan kandungan CL sebesar 113,106 ppm atau 0,0113106 %. Hasil penelitian yang dilakukan selama enam bulan menunjukkan nilai stabilitas dan flow yang masih memenuhi persyaratan, sedangkan untuk nilai VITM cenderung mengalami peningkatan dan nilai VFWA cenderung mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh pengaruh kadar garam di dalam campuran lapis perkerasan. Nilai VITM yang besar menunjukkan bahwa lapis perkerasan tersebut tidak lagi kedap air karena rongga di dalam campuran terlalu banyak sehingga porositas menjadi tinggi. Nilai VFWA yang terlalu rendah menunjukkan bahwa rongga di dalam campuran yang diselimuti aspal sedikit. Dari hasil pemotretan benda uji dapat diambil kesimpulan bahwa kandungan garam tidak dapat dihilangkan walaupun melalui proses pemanasan agregat. Nilai VITM yang terlalu tinggi dan nilai VFWA yang terlalu rendah serta kandungan garam yang berada di dalam campuran lapis perkerasan menyebabkan lapis perkerasan tersebut mempunyai daya tahan yang rendah, sehingga pasir pantai tidak baik untuk digunakan sebagai bahan lapis perkerasan jalan karena kurang menguntungkan secara ekonomis.