Abstract :
Lataston adalah lapis permukaan jalan dengan agregat bergradasi timpang dan berkadar aspal tinggi, yang tersusun oleh agregat kasar, agregat halus, filler, dan aspal. Limbah serbuk batu tabas (scoriae basaltik) merupakan mineral halus hasil pemotongan Batu Tabas, digunakan sebagai filler pengganti dalam campuran Lataston. Dalam penelitian ini yang ditinjau adalah pengaruh penggunaan limbah serbuk batu tabas sebagai filler pads lataston dengan menggunakan kreteria density, Void Filled With Asphalt (VFWA), Void In The Mix (VITM), stabilitas, flow, dan Marshall Quotient (QM). Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan pengujian Marshall pada beberapa benda uji yang dibuat. Penambahan filler limbah serbuk batu tabas dengan variasi perbandingan (serbuk batu tabas: abu batu) adalah (0: 10) %, (2 : 8) %, (4 : 6) %, (6 : 4) %, dan (8 : 2) % dari berat agregat dengan kadar aspal pada campuran sebesar 5,5%, 6%, 6,5% dan 7%. Spesifikasi karakteristik Marshall mengacu pada persyaratan Departemen Pekerjaan Umum, Bina Marga 1998. Dari peninjauan terhadap semua kreteira disain Marshall diperoleh benda uji yang memenuhi spesifikasi yaitu campuran benda uji pada variasi penambahan kadar filler (0 : 10)% sampai (2: 8)% dengan kadar aspal 6% dan pada variasi (4: 6)%, (6 : 4)% sampai (8 : 2)% dengan kadar aspal 6,5%. Dari Hasil penelitian, menunjukkan bahwa dengan bertambahnya kadar filler batu tabas pads variasi filler, grafik density dan Void Filled With Asphalt (VFWA) mengalami penurunan dan graft Void In The Mix (VITM) mengalami peningkatan, sedangkan grafik stabilitas, flow, dan Marshall Quotient (QM) mengalami peningkatan dan penurunan yang tidak konstan.