Abstract :
Penelitian ini berjudul Keberpihakan Pers dalam Pemberitaan Paus Benediktus XVI mengenai
pernyataannya tentang Islam di Republika dan Kompas. Penelitian ini menggunakan metode analisis
isi kuantitatif pada teks berita di Republika dan Kompas mengenai Paus Benediktus XVI dan
pidatonya tentang Islam periode September-Desember 2006. Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui arah Keberpihakan Pers Kompas dan Republika. Kompas dan Republika merupakan surat
kabar harian nasional yang memiliki intensitas yang cukup tinggi dalam memberitakan mengenai Paus
Benediktus dan pernyataannya yang dianggap menyinggung Muhammad dan umat Muslim. Kompas
dan Republika memiliki perhatian dalam memberitakan ini pada periode September-Desember 2006.
Penelitian ini menggunakan teori objektivitas dengan mengadopsi kerangka konseptual Westerstahl
tahun 1983. Kerangka konseptual milik Westersthl pada kategori impartiality atau ketidakberpihakan
dipakai sebagai alat bantu untuk mengevalusi isi teks berita dan megetahui arah keberpihakan
Republika dan Kompas terhadap pemberitaan Paus Benediktus XVI tentang Islam. Arah Keberpihakan
pers ini diindikasikan dengan pemberitaan yang tampak dan menunjukkan perasaan mendukung atau
tidak mendukung oleh objek kontroversi. Dalam hal ini objek kontroversi adalah Paus Benediktus XVI
sebagai pihak yang melontarkan pidato dan Muslim atau Islam sebagai objek dalam Pidato Paus
Benediktus XVI serta sebagai pihak yang menuntut Paus Benediktus XVI untuk meminta maaf.
Penelitian ini menggunakan total sampel atau populasi pemberitaan Paus Benediktus XVI mengenai
pernyataannya tentang Islam di Republika dan Kompas. Berita selanjutnya dianalisis dengan mengisi
lembar koding. Untuk mengetahui keandalan lembar koding yang telah dibuat, peneliti melakukan
perbandingan dengan dua pengkoding lainnya. Setelah diperoleh bukti akan kehandalan alat ukur,
peneliti menggunakan hasil lembar koding dalam distribusi frekuensi untuk mendiskripsikan hasil
penelitian dan untuk mengetahui arah Keberpihakan pers Kompas dan Republika dalam pemberitaan
mengenai pernyataan Paus Benediktus XVI tentang Islam. Peneliti menyimpulkan bahwa Kompas
memiliki Keberpihakan kearah Paus Benediktus XVI karena tidak memenuhi impartiality pada syarat
objektivitas dalam kerangka kerja Westerstahl dengan indikasi memiliki perasaan mendukung
terhadap Paus Benediktus XVI. Paus Benediktus diasumsikan sebagai pihak yang tak perlu terlalu
disalahkan atas pidatonya yang dianggap menyinggun Muslim. Kompas lewat pemberitaannya
menunjukkan bahwa Paus sudah menunjukka perilaku baik denan upaya mengembalikan hubungan
baik dengan Muslim, sehingga pernyataan penyesalannya seakan-akan tak perlu diperdebatkan.
Sebaliknya dengan Republika yang juga tidak memenuhi impartiality sebagai syarat berita yang
objektif dan berimbang. Republika dapat disimpulkan memiliki keberpihakan kearah Muslim. Hal ini
ditunjukkan dengan tingginya persentase berita satu sisi hingga mencapai 55%, sedangkan
ketidakseimbangan porsi alinea mencapai 100% yang menampilkan lebih banyak pihak kontra
terhadap Paus Benediktus XVI serta 100% Sant yang merupakan pemberian penilaian negatif terhadap
Paus Benediktus XVI. Semoga penelitian ini berguna sebagai referensi penelitian baru dan
pengembangan akan penelitian ini selanjutnya.