Abstract :
Yogyakarta saat ini sedang berkembang banyak tempat nongkrong berupa cafe. Cafe-cafe tersebut
hadir dengan tawaran konsep dan tampilan masingmasing yang sangat kreatif dan inovatif. Setiap cafe
tersebut memiliki ciri khas dan variasi produk sendiri walaupun dilain sisi cafe-cafe tersebut tetap
menawarkan menu, fasilitas dan target konsumen yang sama yaitu anak muda. Pertumbuhan merek
yang sangat tinggi, dengan situasi persaingan yang ketat mendorong sebuah merek untuk memiliki
strategi dan taktik yang tepat dalam menarik serta memenangkan hati konsumen. Menggunakan
pemahaman akan segmentasi serta pengetahuan tentang audiens melalui perilaku dan karakteristik
merek merupakan salah satu contoh dari pendekatan emosional. Salah satu café yang menggunakan
pendekatan emosional dengan segmentasi adalah Grin café yang membidik para fans MU sebagai
target konsumennya. Grin café bekerja sama dengan komunitas Yogyakarta United Indonesia dan
menjadi homebase fans klub Manchester United FC di Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana persepsi Brand Association menurut anggota Yogyakarta United Indonesia
pada Grin café sebagai homebase fans MU. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan metode
survey. Instrumen penelitian ini menggunakan 60 orang responden yang merupakan anggota atau
member Yogyakarta United Indonesia. Berdasarkan hasil analisis deskriptif maka didapatkan hasil
bahwa persepsi brand association Grin Cafe sebagai homebase Yogyakarta United Indonesia bagi para
anggota YUI secara keseluruhan adalah baik yang ditunjukan dengan total jawaban responden sebesar
41%. Melalui hasil tersebut maka bisa diketahui bahwa ketiga dimensi yaitu atribut, manfaat dan
attitude dari asosiasi merek Grin Cafe sebagai homebase fans Manchester United. FC memiliki
persepsi yang baik bagi para anggota Yogyakarta United Indonesia. Nilai tertinggi dalam persepsi
brand association Grin Cafe adalah lokasi karena dengan lokasi yang strategis dan mudah dijangkau
konsumen maka akan memudahkan konsumen untuk kembali lagi ke Grin Café, sedangkan persepsi
asosiasi merek yang cukup rendah pada penelitian ini adalah desain grin café yang mana menurut para
anggota Yogyakarta United Indonesia kurang cukup menggambarkan diri Grin Café sebagai homebase
fans Manchester United.