Abstract :
Kebutuhan akan rumah tinggal mendorong pihak pengembang di kota
Kupang untuk menyediakan beberapa tipe unit rumah dan salah satunya yaitu
rumah tipe 45 m2. Proses pembangunan rumah tinggal menggunakan energi yang
besar dan memiliki jejak karbon yang tinggi. Pertanyaannya yaitu bagaimana
menghitung berapa besar emisi CO2 dari tahapan pra konstruksi, konstruksi dan
pasca konstruksi banguan rumah tinggal tipe 45 m2 di kota Kupang serta
bagaimana memetakan jejak karbon transportasi material yang juga memiliki
potensi emisi CO2 dalam satu proses konstruksi.
Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis jumlah emisi CO2 dari sebuah
proses pembangunan dan operasional bangunan, melakukan pemetaan jejak
karbon dan upaya menekan emisi karbon setiap aspek serta mengidentifikasi
faktor pengaruh emisi CO2 dari tahapan yang ada.
Metode penelitian berupa pemetaan semua item yang memiliki potensi
emisi pada tahapan pra konstruksi, konstruksi dan pasca konstruksi. Tahapan
konstruksi dimulai dengan mereview gambar kerja dan BoQ (Build of Quantity)
untuk menguraikan jejak karbon material dan transportasinya. Pemetaan
menggunakan Microsoft Excel untuk menghitung persamaan data aktivitas dikali
faktor emisi untuk mengetahui jumlah emisi.
Hasil perhitungan jejak karbon rumah tinggal tipe 45 m2 di kota Kupang
yaitu 39,33 kgCO2 pada tahapan pra konstruksi, 10.766.289,11 kgCO2 pada
tahapan konstruksi dan 6.052,23 kgCO2 pada tahapan pasca konstruksi dalam satu
tahun operasional bangunan.