Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Amallo, Riyani Puspitasari
Subject
Public Relations
Datestamp
2013-05-01 09:44:18
Abstract :
Tingkat kepuasan komunikasi downward merupakan semua tingkat kepuasan seorang karyawan dalam
mempersepsi lingkungan komunikasi dari atas ke bawah. Kepuasan tersebut merujuk kepada
bagaimana sebuah informasi dari atasan ke bawahan yang tersedia memenuhi persyaratan permintaan
karyawan. Sedangkan tingkat komitmen organisasional merupakan sikap dimana karyawan percaya
dan menerima tujuan-tujuan organisasi, dan akan tetap tinggal atau tidak akan meninggalkan
organisasi. Tingkat komitmen organisasional ini akan berdampak pada karyawan, dampak ersebut
adalah perkembangan kinerja Salah satu hal yang ingin dicapai dari tingkat kepuasan komunikasi
downward dan tingkat komitmen organisasional yang tinggi adalah peningkatan kinerja karyawan.
Kinerja karyawan merupakan hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang
dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka
upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai
dengan moral maupun etika. Kinerja karyawan sendiri dipengaruhi oleh beberapa variabel, salah
satunya adalah variabel psikologis yang meliputi persepsi dan sikap. Kinerja karyawan juga dapat
mengukur kinerjanya sendiri. Dalam penelitian ini, kinerja karyawan diukur dari enam kriteria primer
yaitu: quality, quantity, timeliness, cost effectiveness, need for supervision, serta interpersonal impact.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan variabel-variabel di atas yaitu hubungan tingkat
kepuasan komunikasi downward dan tingkat komitmen organisasional dengan kinerja karyawan di
PDAM Wonosobo. Penelitian ini merupakan penelitian survey bersifat eksplanatif. Responden dari
penelitian adalah 77 karyawan PDAM Wonosobo. Jumlah tersebut adalah jumlah sampel yang
digunakan untuk mewakili populasi karyawan sebanyak 318 orang. Dalam penelitian ini, secara
khusus peneliti menggunakan proposional stratified sampling. Setelah kuesioner yang merupakan data
primer dalam penelitian ini dibagikan kepada sampel, data kemudian diolah menggunakan SPSS versi
15. Hubungan kepuasan komunikasi downward dengan kinerja karyawan dan hubungan tingkat
komitmen organisasional dengan kinerja karyawan dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi
Rank Spearman. Untuk hubungan ketiga variabel yaitu hubungan tingkat kepuasan komunikasi
downward dan tingkat komitmen organisasional dengan kinerja karyawan digunakan teknik analisis
regresi berganda. Setelah penelitian dilakukan, hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kepuasan
komunikasi downward, tingkat komitmen organisasional, dan kinerja karyawan PDAM Wonosobo
relatif tinggi. Pada tingkat komitmen organisasional, walaupun nilainya relative tinggi tapi ada hal
yang berkaitan dengan nilai dan tujuan organisasi yang mendapatkan poin rendah dari para responden.
Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa hubungan tingkat kepuasan komunikasi downward
dengan kinerja karyawan dan hubungan tingkat komitmen organisasional dengan kinerja karyawan
merupakan hubungan linier positif. Hal tersebut berarti jika tingkat kepuasan komunikasi downward
tinggi maka kinerja karyawan pun akan semakin meningkat, dan jika tingkat komitmen organisasional
karyawan PDAM Wonosobo tinggi maka kinerja karyawannya pun akan meningkat. Di sisi lain,
kedua variabel tersebut juga secara bersama-sama mempunyai hubungan linier positif pula dengan
kinerja karyawan.