DETAIL DOCUMENT
PENGARUH PENGGUNAAN SILICA FUME PADA BETON RINGAN DENGAN AGREGAT KASAR GERABAH
Total View This Week0
Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
LIGAWAN, KANE
Subject
Struktur 
Datestamp
2016-10-13 11:07:22 
Abstract :
Penggunaan beton ringan sebagai bahan konstruksi merupakan salah satu cara untuk membuat bangunan menjadi ringan dan tahan akan gempa bumi. Massa bangunan yang ringan akan memperkecil kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi. Pembuatan beton ringan harus menggunakan agregat khusus. Agregat khusus beton ringan dapat diperoleh dari alam secara langsung atau membutuhkan proses produksi terlebih dahulu. Berlatar belakang hal tersebut maka penulis melakukan penelitan dengan melakukan pembuatan agregat kasar ringan dengan gerabah. Penelitian ini diawali dengan pemilihan jenis tanah liat untuk agregat, pembentukan (proses produksi agregat), dan pembakaran hingga menjadi keras. Agregat kasar ringan tersebut diuji menurut ketentuan ASTM C330-89. Setelah dilakukan pengujian terhadap bahan campuran beton, barulah dilakukan pembuatan campuran adukan beton dengan penambahan kadar superplasticizer sebesar 0,2% dari berat semen dan silica fume sebesar 0%, 3%, 6,5%, dan 10% dari berat semen. Penelitian ini diawali dengan pengujian semua agregat penyusun beton, lalu dilanjutkan dengan pembuatan mix design yang mengacu pada ACI 211.2-91 dan pengecoran beton. Pengujian agregat kasar ringan yang terbuat dari tanah liat tersebut mengacu pada ASTM C330-89, pengujian hilang pijar dan kadar besi oksida belum dapat dilakukan. Dalam penelitian ini juga mengaplikasikan agregat ringan tersebut dalam pembuatan beton untuk mengetahui sifat mekanik beton ringan. Untuk meningkatkan kuat tekan diberikan tambahan silica fume dengan variasi digunakan sebesar 0%, 3%, 6,5%, dan 10% dari berat semen. Penambahan superplasticizer bertujuan untuk mempermudah pengerjaan ketika pengecoran. Berdasarkan data berat volume tersebut, maka beton dalam penelitian ini belum tergolong beton ringan karena memiliki berat volume lebih dari 1920 kg/m3. Penambahan silica fume 0%, 3%, 6,5%, dan 10% terhadap berat semen membuat rata ? rata kuat desak beton pada umur 28 hari berturut ? turut sebesar 12,633 MPa, 12,162 MPa, 20,929 MPa, dan 18,667 MPa sedangkan kuat tarik belah beton sebesar 1,5509 MPa, 1,8214 MPa, 1,5381 MPa, dan 1,9563 MPa. Berdasarkan hasil kuat desak beton dan modulus elastisitas menunjukkan bahwa semakin tinggi kuat desak beton maka nilai modulus elastisita beton juga akan semakin tinggi. Penggunaan agregat kasar gerabah dalam campuran beton, membuat beton dalam penelitian ini memiliki kadar penyerapan air lebih dari 5%, sehingga tergolong beton yang tidak kedap air. 
Institution Info

Universitas Atma Jaya Yogyakarta