Abstract :
Penggunaan beton ringan sebagai bahan konstruksi merupakan salah satu
cara untuk membuat bangunan menjadi ringan dan tahan akan gempa bumi. Massa
bangunan yang ringan akan memperkecil kerusakan yang disebabkan oleh gempa
bumi. Pembuatan beton ringan harus menggunakan agregat khusus. Agregat khusus
beton ringan dapat diperoleh dari alam secara langsung atau membutuhkan proses
produksi terlebih dahulu. Berlatar belakang hal tersebut maka penulis melakukan
penelitan dengan melakukan pembuatan agregat kasar ringan dengan gerabah.
Penelitian ini diawali dengan pemilihan jenis tanah liat untuk agregat, pembentukan
(proses produksi agregat), dan pembakaran hingga menjadi keras. Agregat kasar
ringan tersebut diuji menurut ketentuan ASTM C330-89. Setelah dilakukan
pengujian terhadap bahan campuran beton, barulah dilakukan pembuatan campuran
adukan beton dengan penambahan kadar superplasticizer sebesar 0,2% dari berat
semen dan silica fume sebesar 0%, 3%, 6,5%, dan 10% dari berat semen.
Penelitian ini diawali dengan pengujian semua agregat penyusun beton, lalu
dilanjutkan dengan pembuatan mix design yang mengacu pada ACI 211.2-91 dan
pengecoran beton. Pengujian agregat kasar ringan yang terbuat dari tanah liat
tersebut mengacu pada ASTM C330-89, pengujian hilang pijar dan kadar besi
oksida belum dapat dilakukan. Dalam penelitian ini juga mengaplikasikan agregat
ringan tersebut dalam pembuatan beton untuk mengetahui sifat mekanik beton
ringan. Untuk meningkatkan kuat tekan diberikan tambahan silica fume dengan
variasi digunakan sebesar 0%, 3%, 6,5%, dan 10% dari berat semen. Penambahan
superplasticizer bertujuan untuk mempermudah pengerjaan ketika pengecoran.
Berdasarkan data berat volume tersebut, maka beton dalam penelitian ini
belum tergolong beton ringan karena memiliki berat volume lebih dari 1920 kg/m3.
Penambahan silica fume 0%, 3%, 6,5%, dan 10% terhadap berat semen membuat
rata ? rata kuat desak beton pada umur 28 hari berturut ? turut sebesar 12,633 MPa,
12,162 MPa, 20,929 MPa, dan 18,667 MPa sedangkan kuat tarik belah beton
sebesar 1,5509 MPa, 1,8214 MPa, 1,5381 MPa, dan 1,9563 MPa. Berdasarkan hasil
kuat desak beton dan modulus elastisitas menunjukkan bahwa semakin tinggi kuat
desak beton maka nilai modulus elastisita beton juga akan semakin tinggi.
Penggunaan agregat kasar gerabah dalam campuran beton, membuat beton dalam
penelitian ini memiliki kadar penyerapan air lebih dari 5%, sehingga tergolong
beton yang tidak kedap air.