Abstract :
Tuntutan desain suatu gedung oleh arsitek sering kali kurang
memperhatikan kemampuan struktur dikarenakan nilai estetika yang ingin
dipertahankan. Bentangan panjang merupakan salah satu bagian yang dapat
menunjang nilai estetika yan diinginkan oleh seorang arsitek dimana tidak ada
kolom ditengah-tengah suatu ruang, maka dari itu digunakan beton prategang hasil
adopsi dari struktur jembatan yang disematkan kedalam struktur gedung dan
memiliki beberapa perbedaan perhitungan. Sayangnya, di Indonesia masih jarang
suatu proyek gedung menggunakan beton prategang, padahal di luar negeri sudah
banyak yang menerapkan dan memberikan hasil yang sangat menarik baik dari sisi
estetika maupun arsitektural.
Perencanaan gedung bertingkat 10 lantai ini dilakukan dengan peninjauan
beberapa komponen struktur yakni kolom, balok, balok prategang, pelat lantai, dan
tangga. Sistem struktur yang digunakan adalah jenis SRPMK. Bangunan terletak
pada KDS D. Pembebanan yang digunakan meliputi beban mati, hidup, dan gempa.
Perencanaan struktur beton bertulang dan beton prategang mengacu pada SNI
2847:2013 dan ACI 318-11, untuk pembebanan mengacu pada SNI 1727:2013, dan
perencanaan kegempaan mengacu pada SNI 1726:2012. Mutu beton yang
digunakan adalah 30 MPa, mutu baja deform 400 MPa, mutu baja polos 240 MPa,
dan mutu tendon yang digunakan adalah grade 270 (1860 MPa). Dalam analisis
digunakan program bantu ETABS 9.5.