Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
HARYANTO LORU, FILIPUS TRI
Subject
Transportasi
Datestamp
2016-10-14 10:39:46
Abstract :
Tingginya mobilitas masyarakat di Sumba khususnya Sumba Barat Daya dan
kurangnya sarana transportasi jenis angkutan umum, menyebabkan kelebihan muatan
pada angkutan umum, khususnya pada bus AKDP jurusan Tambolaka-Waikabubak.
Berdasarkan hal tersebut maka dapat dikatakan bahwa kinerja dan tingkat pelayanan
bus sebagai salah satu moda angkutan umum di Sumba masih belum baik. Oleh
karena itu diperlukan evaluasi mengenai kinerja maupun evaluasi pengaturan jadwal
keberangkatan bus, sehingga diharapkan bus dapat memiliki tingkat kinerja dan
pelayanan yang baik guna mempelancar pergerakan barang, jasa dan manusia,
sehingga dapat mendorong terciptanya percepatan pembangunan suatu daerah.
Metode penelitian yang dipakai untuk menganalisis kinerja angkutan umum
yaitu menggunakan ; Metode observasi, metode studi pustaka, metode wawancara
dan kuesioner. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini terbagi
menjadi dua jenis yaitu pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer
yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu meliputi data naik turun penumpang, load
factor, waktu tempuh, headway, ,frekuensi, jumlah armada, time table, kuesioner dan
wawancara. Data Sekunder meliputi ; Rute Angkutan dan jumlah armada.
Pengumpulan data ini dilakukan selama 6 hari yakni dari hari senin 18 April 2016
sampai dengan hari Sabtu 23 April 2016.
Hasil penelitian untuk bus AKDP jurusan Tambolaka-Waikabubak,diperoleh
rata-rata data angkut penumpang setiap harinya sebanyak 29,83 orang atau = 30
orang setiap harinya. Nilai load factor rata-rata dari total rata-rat per harinya adalah
sebesar 71,03%, nilai ini sedikit lebih besar dari standar Pemerintah yaitu sebesar
70%, hal ini dapat terjadi dikarenakan masih kurangnya pengaturan mengenai
angkutan.Total dari rata-rata kecepatan perjalanan tiap harinya adalah sebesar 28,79
km/jam. Angka kecepatan yang diperoleh ini masih kurang baik karena nilainya
cukup besar jika dibandingkan dengan kecepatan yang distandarkan oleh Pemerintah
dan World Bank yakni sebesar 25 km/jam. Headway rerata yang didapatkan adalah
sebesar 7,40 menit dengan frekuensi 8 unit kendaraan/jam. Nilai headway ini sudah
masuk dalam standar yang yang ditetapkan yaitu rata-rata sebesar 5-10 menit dan
maksimum 10-20 menit.Dari perhitungan kebutuhan armada diperoleh 11 unit,
dengan waktu antara 20 menit dan waktu tempuh kendaraan 90 menit maka, dari
nilai-nilai tersebut maka dapat dilakukan penyusunan jadwal keberangkatan (time
table) angkutan sehingga kinerja dan pelayanan angkutan bisa semakin baik.