DETAIL DOCUMENT
ANALISIS KELAYAKAN INFRASTRUKTUR KOTA METROPOLITAN: STUDI KASUS PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
KRISTIAWAN, YOHANES DEDI
Subject
Manajemen Konstruksi 
Datestamp
2016-10-17 07:58:07 
Abstract :
Pembangunan infrastruktur di Indonesia menjadi fokus utama pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hal ini terjadi karena makin disadari bahwa infrastruktur memiliki dampak yang sangat besar bagi mutu kehidupan masyarakat Indonesia. Karenanya, laporan mengenai infrastruktur menjadi sangat penting. Hal ini sudah disadari lama oleh para pemimpin dunia. Laporan ASCE di New York (2015) dapat menjadi acuan dalam mengetaui kelayakan suatu infrasruktur di suatu wilayah. Laporan terbaru ASCE yang berjudul Fragile Foundation: Report Card for New York?s Infrastructure (2015) membantu banyak dalam memberikan informasi terkait dengan keadaan infrastruktur negaranya. Mengacu pada laporan ASCE tersebut, Provinsi DKI Jakarta, sebagai Ibu Kota Indonesia menjadi obyek dari analisis kelayakan infrastruktur dalam karya tulis ini. Penelitian ini dilakukan untuk menilai sejauh mana nilai kelayakan infrastruktur di Provinsi DKI Jakarta berdasarkan penilaian dari para praktisi dan akademisi teknik sipil dan membandingkan dengan infrastruktur New York yang memiliki kemiripan karakteristik infrastrukturnya. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden dan melakukan beberapa wawancara dengan narasumber. Responden akan memberikan penilaian terhadap infrastruktur dengan spesifikasi yang telah telah tercantum di kuisoner yang berpedoman kepada ASCE (2009) untuk kemudian dianalisis oleh peneliti. Hasil akhir dari analisis data berupa rating yang didapat setelah menghitung nilai mean dan standar deviasi dari data kuisioner yang akan dibandingkan dengan nilai infrastruktur New York. Pelabuhan udara, stasiun kereta, sekolah/universitas, pelayanan kesehatan dan telekomunikasi mendapatkan nilai ?C? dan ?C-? dengan rating 75.00%, 75.91%, 73.36%, 70.00%, 70.00% dilanjutkan dengan terminal bus, kereta api, air minum, fasilitas pariwisata, ruang terbuka hijau, konektifitas/transit, energi, jembatan dan jalan, pelabuhan laut yang mendapatkan nilai ?D-? ,?D?, dan ?D+? dengan rating masing-masing 53.18%, 58.64%, 60.00%, 60.91%, 63.64%, 64.09%, 66.82%, 67.27% dan infrastruktur yang mendapatkan nilai ?E? adalah waduk dan dam, buangan air kotor, buangan sampah, buangan limbah industri dengan rating masing-masing 48.18%, 50,00%, 45.00%, dan 40.91%. Nilai akhir keseluruhan infrastruktur yang diteliti di Provinsi DKI Jakarta adalah ?D? dengan rating 61.64%. Perbandingan nilai infrastruktur Provinsi DKI Jakarta dengan New York memiliki perbedaan yang tidak signifikan, masing ? masing mendapatkan nilai ?D? dan ?C-?. 
Institution Info

Universitas Atma Jaya Yogyakarta