Abstract :
Sistem kerja kontrak merupakan system baru yang diterapkan di
Indonesia. Dalam sistem kerja kontrak, karyawan kontrak diperbantukan untuk
menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rutin perusahaan. Dalam perusahaan
outsourcing PT Bina Talenta sendiri karyawan yang bekerja merupakan karyawan
kontrak. Interaksi yang terlihat antara karyawan dengan pemimpin dan interaksi
antara karyawan kontrak dengan karyawan kontrak terlihat baik bila hanya
diperhatikan secara sekilas namun di dalam penelitian di perusahaan tersebut
interaksi yang terjadi memiliki permasalahan. Oleh karena itu peneliti tertarik
untuk melihat permasalahan yang terjadi di dalam PT Bina Talenta dengan
rumusan masalah penelitian bagaimana bentuk interaksi pimpinan dengan
karyawan kontrak dan bentuk interaksi antara karyawan kontrak dengan karyawan
kontrak di PT Bina Talenta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk
interaksi antara karyawan kontrak dengan pimpinan dan sesama karyawan kontrak
di PT Bina Talenta.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan
metode pengumpulan data teknik observasi dan interview. Teknik observasi
dilakukan untuk melihat interaksi kerja yang ada di dalam perusahaan. Sedangkan
interview digunakan untuk mengumpulkan data terkait dengan bentuk interaksi
yang terjalin antara pimpinan dengan karyawan kontrak dan karyawan kontrak
dengan karyawan kontrak. Analisis dilakukan dengan langkah sebagai berikut:
Mencatat data yang diperoleh; Mengumpulkan, memilah-milah,
mengklasifikasikan, mensintesiskan, membuat ikhtisar dan membuat indeksnya,
dan membuat agar kategori data itu mempunyai makna, mencari dan menemukan
bentuk interaksi, proses interaksi dan temuan-temuan umum.
Hasil penelitian menunjukkan:
pertama, bahwa bentuk interaksi pimpinan dengan karyawan kontrak di PT. Bina
Talenta menunjukkan bahwa bentuk interaksi antara pimpinan dengan karyawan
di PT Bina Talenta merupakan proses interaksi asosiatif dimana terjadi kerjasama
yang baik diantara pimpinan dan karyawan kontrak serta terjadi proses akomodasi
di dalamnya sehingga membentuk interaksi dengan model kerjasama.
Kedua, bentuk interaksi karyawan dengan karyawan yang ada di PT Bina Talenta
yaitu hubungan asosiatif. Di mana masing-masing karyawan tercipta kerjasama
dalam menuntaskan pekerjaannya. Karyawan menganggap bahwa pekerjaan satu
departemen misalnya harus dituntaskan bersama-sama. Hal ini dapat dikatakan
bahwa bentuk interaksi hubungan di antara karyawan di PT Bina Talenta adalah
proses interaksi asosiatif dengan model kerjasama.