Abstract :
Hambatan samping yang terjadi pada ruas Jalan Ngasem cukup tinggi
sehingga sebagian badan jalan digunakan untuk parkir kendaran bermotor dan
kendaraan roda dua pengangkut barang serta kendaraan roda empat. Dari
permasalahanya lebar efiektif jalan menjadi berkurang dan kecepatan arus lalu
lintas menjadi rendah berakibat pada tundaan dan kemacetan arus lalu lintas.
Penelitian ini dilakukan dilakukan dengan cara mengumpulkan data primer
berupa volume lalulintas, waktu tempuh, dan hambatan samping dan data
sekunder berupa jumlah penduduk. Pengamatan data sekunder dilakukan 3 hari
yaitu pada tanggal 12, 13 dan 14 Maret 2016. Analisis dilakukan berdasarkan
Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.
Dari hasil penghitungan di dapat Q sebesar 698,1 smp/jam. Kecepatan arus
bebas (FV) sebesar 28,29 km/jam, kecepatan tempuh sebesar 22 km/jam dan
waktu tempuh sebesar 16,36 detik. Kapasitas (C) sebesar 1331,68 smp/jam.
Derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,52 dan tingkat pelayanan C. Berdasarkan
analisi Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 faktor hambatan samping
yang paling berpengaruh adalah kendaraan parkir/berhenti yang dihilangkan
/ditiadakan pada satu sisi memberikan kontribusi menaikan kecepatan 6,97
km/jam dari 28,29 km/jam menjadi 35,26 km/jam dan kapasitas (C) sebesar
2169,78 smp/jam. Tingkat pelayanan jalan mengalami peningkatan dari tingkat C
menjadi B.