Abstract :
Simpang Bersinyal Purwosari Surakarta pertemuan antara Jalan Hasanudin,
Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Jalan Brigjen Slamet Riyadi Surakarta. Simpang
bersinyal Purwosari Surakarta mengalami perubahan manajemen lalu lintas, Jalan
Perintis Kemerdekaan yang semula dapat dilalui dua jalur kini setelah mengalami
perubahan manajemen lalu lintas menjadi satu jalur satu arah ke selatan. Pada
kondisi akhir pekan terkadang panjang antrian kendaraan karena padatnya lalu
lintas bahkan mencapai stasiun dan perlintasan kereta api yang berada sekitar 300
m barat simpang. Kemacetan di simpang Purwosari juga bertambah parah dengan
adanya bangunan hotel dan stasiun di sekitar simpang Purwosari sehingga perlu
dilakukan penelitian agar kinerja dari simpang empat Purwosari lebih efektif.
Pengambilan data analisis dilakukan dengan survei langsung di lapangan
dan menghitung langsung volume kendaraan pada dua kondisi yaitu pada kondisi
hari kerja biasa dan kondisi akhir pekan (weekend). Analisis kinerja simpang
menggunakan metode perhitungan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI)
2014dengan parameter kinerja yang dianalisis derajat kejenuhan, panjang antrian,
tundaan, dan kapasitas.
Hasil analisis kinerja simpang dalam dua kondisi berdasarkan nilai derajat
kejenuhan, panjang antrian, dan tundaan tidak sesuai dengan syarat kelayakan
pada PKJI 2014, sehingga kinerja simpang bersinyal Purwosari belum optimal.
Untuk meningkatkan kinerja simpang terdapat empat alternatif yaitu perubahan
waktu hijau, pelebaran mulut simpang, perubahan manajemen lalu lintas menjadi
sistem satu arah (SSA), dan perubahan waktu hijau disertai dengan pelebaran
mulut simpang. Dari keempat alternatif tersebut perubahan manajemen lalu lintas
menjadi sistem satu arah (SSA) dinilai cukup efektif untuk meningkatkan kinerja
simpang bersinyal Purwosari Surakarta karena nilai derajat kejenuhan sudah
mendekati syarat kelayakan PKJI 2014 sehingga panjang antrian pun menjadi berkurang.