Abstract :
Kota Kupang sebagai salah satu Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara
Timur, yang sedang berkembang selalu berupaya meningkatkan fasilitas
infrastuktur untuk meningkatkan roda perekonomian demi mencapai kehidupan
yang lebih baik. Pembangunan yang terus berkembang ini kurang tepat jika
pengelolaannya mengabaikan aspek lingkungan yang cenderung semakin tidak
seimbang. Oleh karena itu diperlukan kesadaran akan pentingnya suatu
perencanaan dan pengelolaan proyek konstruksi yang dapat meminimalisir
dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satunya adalah Green Construction.
Green construction merupakan suatu perencanaan dan pengelolaan proyek
konstruksi untuk meminimalkan pengaruh proses konstruksi terhadap lingkungan
agar terjadi keseimbangan antara kemampuan lingkungan dan kebutuhan manusia
untuk generasi sekarang dan akan datang. Maka dari itu penulis ingin meneliti
mengenai upaya Green Construction pada proyek konstruksi di Kota Kupang.
Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari responden
yang berada di Kota Kupang. Data ini kemudian di input dalam Model Asessment
Green Construction dan dianalisis menggunakan metode Mean dan Standar
Deviasi. Data yang digunakan dalam analisis adalah data output dari Model
Asessment Green Construction.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara umum kontraktor
milik BUMN mampu memenuhi indikator green construction lebih banyak jika
dibandingkan kontraktor milik swasta. Selain itu juga dapat diketahui aspek-aspek
green construction yang telah dan belum diimplementasikan di proyek.