Abstract :
Perkembangan teknologi mendorong kemudahan teknologi informasi yang didukung oleh keberadaan
gadget, paket internet murah dan ruang publik berhotspot. Internet memiliki kemampuan pertukaran
informasi dari berbagai pihak dengan kemampuan akses cepat dan mudah sehingga memunculkan banyak
social networking seperti Facebook, MySpace dan Twitter yang berkembang dengan pesat. Twitter adalah
jaringan microblogging yang memfasilitasi pengguna untuk pembaruan informasi tentang diri pengguna,
bisnis dan lain sebagainya. Banyak perusahaan menggunakan word of mouth sebagai strategi promosi dan
makin berkembang dengan keberadaan internet. Peneliti memfokuskan diri pada word of mouth secara
online dan tertarik meneliti model komunikasi word of mouth melalui twitter yang dipergunakan oleh
Kalimilk, brand yang mempergunakan twitter sebagai tombak strategi promosi. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui dan menemukan model komunikasi word of mouth dalam twitter pada Brand Kalimilk.
Peneliti menggunakan teori perilaku konsumen, SOR (stimulus, organism, response) dan komunikasi
interpersonal. Konsep perilaku konsumen yang diambil adalah brand, informasi, kepuasan konsumen dan
word of mouth. Teori SOR yaitu stimulus, organism dan respons yang mencakup sikap. Computer
mediated communication dipakai sebagai perluasan komunikasi interpersonal. Word of mouth sendiri
adalah irisan dari perilaku konsumen dan komunikasi. Konsep word of mouth yang dipergunakan adalah
wom sender, wom receiver dan sifat wom yaitu wom positif dan negatif. Model komunikasi dasar yang
dipakai adalah model komunikasi Westley dan MacLean. Jenis penelitian ini kualitatif dengan tipe
penelitian eksploratif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan didukung
wawancara, kepustakaan hingga data internet. Penelitian dimulai pada bulan Oktober 2011 dengan
melakukan observasi pada media twitter. Peneliti mengumpulkan tweets dengan keyword Kalimilk. Tweets
yang terkumpul kemudian disaring dan diklasifikasikan berdasarkan level komunikasi dan organisme
sesuai kaitan status dengan brand. Setelah itu, peneliti menghubungkan kasus dengan konsep ? konsep
yang tersedia sebelumnya. Konsep baru yang muncul adalah konsep pengalaman atas brand dan input
media massa. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan Model Komunikasi Word of mouth melalui Twitter
sebanyak enam model komunikasi. Kesemua model komunikasi menunjukkan bahwa kepuasan konsumen
mendorong word of mouth positif dan sebaliknya ketidakpuasan konsumen mendorong word of mouth
negatif. Stimulus terdiri dari tiga hal yaitu pengalaman atas brand, input media massa dan tweets dari wom
sender maupun umpan balik wom receiver. Organisme yang terlibat adalah konsumen dan bukan
konsumen. Respons yang ditemukan adalah respons kognitif, konatif dan afektif. Konsep umpan balik
yang terjadi yaitu umpan balik sebagai respons, peneguhan dan servomekanisme internal.