Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Budhi, I Gede Bayu Rinasta
Subject
Struktur
Datestamp
2016-10-20 08:07:06
Abstract :
Beton ringan adalah beton yang memiliki berat jenis (density) lebih ringan
dari beton pada umumnya. Membuat beton ringan bisa dengan berbagai cara,
salah satunya dengan mengganti agregat kasar (kerikil atau batu pecah) dengan
batu apung (pumice). Beton ringan bisa dikatakan struktural jika beton memenuhi
syarat kuat tekan 17.24 MPa dengan berat jenis dibawah 1850 kg/m3 (SNI-03-
2847-2002). Pada umumnya beton memiliki kuat tekan yang tinggi tetapi
memiliki kelemahan pada kekuatan tarik dan kuat lentur. Maka dari itu salah satu
solusi untuk memperbaiki kekurangan beton tersebut dengan ditambahkannya
serat agar memperkuat kuat tarik dan kuat lenturnya.
Penelitian ini akan menguji mengenai pengaruh volume fraksi 0 %,
0.75%, 0.85%, dan 1% serat bendrat terhadap kuat tekan, kuat tarik belah, dan
kuat lentur beton ringan. Untuk material agregat kasar yang digunakan adalah
batu apung, material serat yaitu kawat bendrat dengan type Straight dan
menggunakan aspec ratio (l/d) 60 mm. Untuk menambah workability
menggunakan sikamen NN sebesar 1% dari jumlah semen. Benda uji yang
digunakan untuk kuat tekan, kuat tarik belah adalah silinder dengan diameter 15
cm dan tinggi 30 cm. untuk pengujian kuat lentur murni menggunakan benda uji
berupa balok dengan ukuran 10 cm x 10 cm x 50 cm dan beton akan diuji pada
saat beton berumur 28 hari.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil nilai kuat
tekan rata-rata SB 0%, SB 0.75%, SB 0.85%, SB 1% berturut-turut adalah 7.01
MPa, 9,63 MPa, 8,07 MPa, 8,05 MPa. Kuat tekan maksimum terjadi pada
penggunaan serat 0.75% dari berat beton. Pada pengujian kuat tarik belah beton
kuat tarik rata-rata SB 0%, SB 0.75%, SB 0.85%, SB 1% berturut-turut 1,46 MPa,
2,12 MPa, 2,18 MPa, 2,28 MPa. Kuat tarik maksimum terjadi di penambahan 1%
serat bendrat. Pada pengujian kuat lentur rata-rata SB 0%, SB 0.75%, SB 0.85%,
SB 1% beturut-turut 2,17 MPa, 2,750 MPa, 2,917 MPa, 3,186 MPa. Kuat lentur
murni maksimum terjadi di penambahan 1% sebar bendrat. Untuk setiap variasi
yang sudah dibuat dan diuji beton memiliki berat jenis dibawah 1850 kg/m3.