Abstract :
Keterkaitan antara perilaku kerja yang aman dan lingkungan proyek yang
kondusif dapat dibentuk melalui program penanggulangan kecelakaan kerja yang
efektif. Program penanggulangan kecelakaan kerja dapat dilakukan jika penyebab
kecelakaan kerja sudah diketahui. Penyebab kecelakaan kerja perlu dikaji dalam
interaksinya dengan faktor-faktor sosial, psikologis, manajemen, dan demografis
para pekerja proyek konstruksi.
Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuisioner sebagai instrumen
penelitian. Terdapat 46 responden yang mengembalikan kuisioner dari 60 yang
dipilih sebagai responden. Ada 4 (empat) proyek sebagai lokasi penelitian,
masing-masing diberikan 15 kuisioner.
Hasil analisis terhadap data menunjukkan bahwa lingkungan mental
pekerja yang memiliki pengaruh signifikan pada kejadian kecelakaan kerja adalah
lingkungan mental yang dibentuk oleh kebiasaan bersosialisasi setelah jam kerja,
status pernikahan, keberadaan anak dalam keluarga, sistem bonus berdasarkan
kinerja, dan persepsi pekerja terhadap jenis pekerjaannya