DETAIL DOCUMENT
PENGARUH VARIASI KADAR SILICA FUME TERHADAP SIFAT MEKANIK SELF-COMPACTING FIBRE REINFORCED CONCRETE (SCFRC)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
ASMARA, PATRIA YUDHA
Subject
Struktur 
Datestamp
2016-10-21 12:39:03 
Abstract :
Self-Compacting Concrete (SCC) adalah jenis beton yang mampu mengalir dan memadat secara mandiri. Sebagaimana sifat beton yang lain, SCC memiliki kekuatan yang baik dalam menahan gaya tekan namun bersifat getas dan sangat lemah dalam menahan gaya tarik. Untuk memperbaiki karakteristik tersebut, dapat dilakukan dengan cara menambahkan serat serta silica fume pada saat pengadukan beton segar. Penambahan serat polypropylene telah terbukti mampu meningkatkan kuat tarik dan lentur beton, sedangkan penambahan silica fume sebagai filler dan pozzolan pada beton serat memadat mandiri ini diharapkan dapat menjadikan beton memiliki tingkat kepadatan yang tinggi. Penelitian ini akan menguji pengaruh serat serta variasi kadar silica fume terhadap karakteristik beton segar dan sifat mekanik Self-Compacting Fibre Reinforced Concrete (SCFRC). Variasi kadar silica fume yang digunakan sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15% sebagai substitusi semen. Benda uji yang dipakai berbentuk silinder berdiameter 10 cm dan tinggi 20 cm untuk pengujian kuat tekan, silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tarik belah, serta balok beton berukuran 10 cm x 10 cm x 50 cm untuk pengujian kuat lentur murni. Seluruh pengujian sifat mekanik dilakukan pada saat umur beton 28 hari. Selain itu, dilakukan juga pengujian beton segar untuk mengetahui karakteristik beton SCC yang meliputi pengujian filling ability, passing ability, dan viscosity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variasi yang diuji memenuhi ketiga karakteristik beton segar SCC. Hasil pengujian kuat tekan beton SCC tanpa serat, dan SCFRC dengan kadar 0%, 5%, 10%, serta 15% berturut-turut adalah 40,23 MPa, 33,07 MPa, 41,06 MPa, 50,38 MPa, dan 44,29 MPa. Hasil pengujian kuat tarik belah beton SCC tanpa serat, dan SCFRC dengan kadar 0%, 5%, 10%, serta 15% berturut-turut adalah 3,39 MPa, 3,70 MPa, 3,62 MPa, 4,10 MPa, dan 3,79 MPa. Hasil pengujian kuat lentur beton SCC tanpa serat, dan SCFRC dengan kadar 0%, 5%, 10%, serta 15% berturut-turut adalah 4,04 MPa, 4,20 MPa, 5,05 MPa, 6,11 MPa, dan 6,01 MPa. Variasi kadar silica fume yang paling optimal pada penelitian ini adalah dengan penambahan 10% silica fume sebagai substitusi semen. Hal ini terbukti dengan terjadi peningkatan terbesar pada kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur SCFRC 
Institution Info

Universitas Atma Jaya Yogyakarta