Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Herlambang, Nayunda Sinta
Subject
Jurnalisme
Datestamp
2013-05-01 10:10:39
Abstract :
Isu keistimewaan DIY merupakan peristiwa pasang surut. Isu ini kembali kembali hangat dibicarakan
selepas pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang sistem pemerintahan
monarki yang tidak boleh berbenturan dengan sistem demokrasi terkait status keistimewaan
Yogyakarta. Pernyataan Presiden yang ditujukan kepada Yogyakarta secara khususnya mendapat
respon dari berbagai pihak. Di tengah gencarnya kontroversi pernyataan Presiden dan pembahasan
mengenai RUUK DIY, beberapa surat kabar harian lokal Yogyakarta cukup concern dalam
memberitakan masalah tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan intensitas pemberitaan yang tinggi serta
hampir selalu menjadi headline dalam beberapa pekan di penghujung tahun 2010 hingga awal 2011.
Sejalan dengan dinamika perjalanan status keistimewaan DIY yang mendapat sorotan tajam dari
media massa terutama media massa lokal, topik artikel opini masih belum beranjak dari masalahmasalah
yang berhubungan dengan sistem pemerintahan dan politik Yogyakarta. Bagaimana isu-isu
politik wacana kesitimewaan DIY dari perspektif penulis opini yang tertuang dalam artikel opini
menjadi fokus pembahasan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan
menggunakan coding sheet sebagai pedoman pengumpulan data. Objek penelitian merupakan artikel
opini di surat kabar lokal, Kedaulatan Rakyat, Radar Jogja dan Bernas yang membahas mengenai
keistimewaan DIY dari sudut pandang politik. Dengan teknik penarikan sampel purposive sampling
maka ditemukan total 38 artikel opini. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui distribusi
frekuensi dan tabulasi silang. Selain hal di atas, di dalam penelitian ini juga bermaksud untuk
mengetahui kecenderungan-kecenderungan opini yang terbentuk yang dilihat dari sikap-sikap politik
penulis opini dan peranan istitusi media terhadapnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya
dominasi pandangan atau perspektif politik mengenai keberadaan Keraton dan kedudukan Sultan
dalam konstelasi politik modern. Dalam konteks keistimewaan DIY, keberadaa keraton dan Sultan
menyedot perhatian khalayak yang paling besar yang dikaji dari berbagai sudut pandang seperti
sejarah, konstitusi hingga dampak sosial. Sedangkan permasalahan politik lain seperti politik
pertanahan dan wacana desentralisasi dalam keistimewaan DIY kurang mendapat perhatian.
Kecenderungan tulisan opini dari ketiga surat kabar lokal menunjukkan loyalitas penulis opini
diberikan kepada pihak Sultan. Pandangan politik dan kecenderungan opini ini memiliki korelasi
dengan institusi surat kabar di mana artikel opini tersebut diterbitkan. Faktor eksternal (orientasi atau
pendirian surat kabar) memiliki peran dalam pembentukan hasil akhir artikel opini, bahwa secara
tidak langsung artikel opini di surat kabar tidak lepas dari otoritas institusi media dengan
mempertimbangan tujuan dan sikap dari media itu sendiri.