Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Tampubolon, Adhonnia Cholynees Parlindungan
Subject
Business
Datestamp
2013-05-01 13:32:50
Abstract :
Komunikasi dalam organisasi bertujuan untuk mengatur hubungan antar individu dan kelompok,
kompleksnya kehidupan manusia, membuat peranan komunikasi tidak terelakan, untuk
kepentingan berinteraksi, memecahkan masalah, atau untuk menjalin hubungan baik dengan
sesamanya. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimana proses
komunikasi organisasi antar bagian dalam pelaksanaan distribusi penjualan produk, 2) apa saja
masalah dalam komunikasi organisasi antar bagian terkait dengan pelaksanaan distribusi
penjualan produk dan langkah-langkah apa saja yang dilakukan untuk mengatasi masalah
tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data
dengan wawancara dan observasi partisipatif dalam bentuk internship. Konsep yang digunakan:
1) komunikasi organisasi dan prosesnya; 2) komunikasi organisasi berdasarkan arah aliran
informasi, baik secara vertical dan horizontal; 3) komunikasi organisasi berdasarkan koordinasi
kerja. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat masalah-masalah yang timbul pada proses
komunikasi organisasi antar bagian terkait dengan pelaksanaan distribusi penjualan produk,
dimana penjualan dan pergudangan terdapat hambatan-hambatan komunikasi yang muncul
berkenan dengan penyampaian informasi dan kurangnya pemahaman instruksi, serta koordinasi
yang secara struktur dioperasionalkan ke dalam tugas (task) dan fungsi (function) untuk dapat
bekerja sama serta menciptakan kedekatan sikap dan emosional dalam tingkat pribadi dalam
menjalankan fungsi unit-unit organisasi pada sistem dan prosedur yang ada. Berdasarkan temuan
masalah di dapat sesuai dengan konsep yang digunakan ternyata di PT. Putri Daya Usahatama
untuk menghubungkan antar orang dan bagian perlu adanya kerjasama karyawan dengan atasan,
diperlukan komunikasi organisasi sebagai tindakan aktor menyampaikan informasi kepada orang
lain. Terdapat masalah mengenai ketiadaan kepercayaan kerja, kurangnya perhatian mobilitas ke
bawah, hal ini berdampak pada melemahnya hubungan anggota organisasi berdasarkan struktural
dan arus informasi yang berorintasi pada pekerjaan. Rendahnya hubungan anggota organisasi
membuat kurangnya rasa keterbukaan diantara anggota dalam menjalankan fungsinya. Lewat
komunikasi rasa ingin tahu dapat tersalurkan, hal ini mampu mendorong semangat kerja, selain
itu komunikasi juga membantu menyatukan anggota organsisasi untuk bekerja sama.