Abstract :
Berdasarkan proyeksi penduduk Indonesia per propinsi tahun 2000 ditemukan bahwa
D.I.Yogyakarta memiliki persentase lansia tertinggi diantara propinsi di Indonesia yaitu 13,72%
dari total penduduk D.I.Yogyakarta (BPS, 1998). Sebagian dari lansia di D.I.Yogyakarta ada
yang tinggal bersama keluarga yaitu anak dan cucunya, namun sebagian lagi ada yang
menghabiskan masa hidupnya di panti wredha. Salah satu panti wredha yang ada di Yogyakarta
adalah Panti Sosial Tresna Wredha (PSTW) Abiyoso. PSTW Abiyoso merupakan panti sosial di
D.I.Yogyakarta yang mempunyai tugas memberikan bimbingan dan pelayanan bagi lanjut usia
agar dapat hidup secara baik dan terawat dalam kehidupan masyarakat baik yang berada di dalam
panti maupun yang berada di luar panti. Bila ditinjau dari peta Kawasan Rawan Bencana (KRB),
posisi PSTW Abiyoso, Pakem, Yogyakarta mendekati KRB II dan I sehingga secara lokasi
PSTW Yogyakarta Unit Abiyoso sangat tidak menguntungkan karena dekat dengan Gunung
Merapi. Lansia merupakan golongan yang paling rentan terhadap kejadian bencana alam.
Banyak lansia mengalami gangguan fisik dan psikologi paska letusan gunung merapi. Selain
permasalahan lokasi, fasilitas-fasilitas PSTW Abiyoso belum cukup memadai kebutuhan lansia
walaupun telah sesuai dengan standar Kementrian Sosial Republik Indonesia mengenai standar
fasilitas panti wredha. Atas pertimbangan lokasi PSTW Abiyoso yang dekat dengan Kawasan
Rawan Bencana II dan I serta fasilitas yang belum memadai kebutuhan dan aktivitas lansia,
maka perlunya diadakan proyek relokasi PSTW Abiyoso dengan rancangan dan lokasi baru yang
tentunya dengan aman dan sesuai dengan kebutuhan dan aktivitas lansia. PSTW Abiyoso yang
baru akan dirancang menggunakan pendekatan healing environment, yaitu tempat tinggal
sebagai lingkungan terapi bagi lansia. Pendekatan ini diambil dengan mempertimbangkan
penurunan fisik dan psikologis serta permasalahan yang timbul pada lansia, maka dalam
merancang sebuah panti wredha sebagai tempat tinggal pada lansia perlu memperhatikan
bagaimana cara meningkatkan kualitas hidup lansia. Tujuan penerapan pendekatan healing
environment di panti wredha adalah untuk meningkatkan kualitas hidup lansia sehingga dapat
hidup bahagia-sejahtera di masa tuanya dan untuk mendukung proses penyembuhan (terapi) pada
lansia yang sakit.