Abstract :
Ibarat laboratorium yang mewadahi peneliti bereksperimen, Sekolah Eksperimental memiliki tujuan utama menciptakan suasana belajar yang kondusif dalam menerapkan metode
belajar ?eksperimental?. Sekolah Eksperimental adalah lembaga pendidikan yang menerapkan proses non-tradisional dalam metode pengajaran, kurikulum, dan manajemen kelas. Sekolah Eksperimental yang dimaksud dalam penelitian ini adalah satu bentuk alternatif dari pendidikan dasar secara formal dengan jenjang Sekolah Menengah Pertama.
Pendidikan eksperimental muncul sebagai reaksi atas anggapan kurang tepatnya penerapan kurikulum nasional. Pelajaran yang tidak kontekstual terhadap lingkungan tempat tinggal merangsang proses berpikir anak yang terfragmentasi. Penyeragaman sistem pendidikan modern ini akan mengarahkan masyarakat untuk mengalami krisis sosial, antara lain kehilangan identitas, kegoncangan nilai tradisional, dan keretakan pola hidup; kesemuanya itu membawa masyarakat ke dalam kebingungan dan ketidakpastian. Sehingga terasalah kebutuhan melacak akar berbagai unsur kebudayaan seperti etika, etiket, dan pandangan hidup yang merupakan faktor substansial penentu pola kelakuan. Oleh karena itu, Sekolah ini mengangkat
kebudayaan sebagai landasan pendidikan eksperimentalnya.
Village as School ? School as Village, merupakan implementasi pragmatis pendidikan berbasis kebudayaan. Metode peleburan sekolah ke dalam perdesaan tradisional ini harapannya mampu mengakomodasi proses transfer knowledge yang tidak hanya secara teoretis namun secara praktik gaya hidup yang konkret. Untuk mengoptimalkan proses transfer knowledge tersebut, perancangan Sekolah Eksperimental ini menggunakan pendekatan Social Interaction.
Proses interaksi sosial antara peserta didik dengan masyarakat setempat dipicu dengan mengolah beberapa hal yang terkait dengan perancangan lingkungan buatan, yaitu functional distance, functional centrality, privacy control, dan architectural unity. Dengan memperhatikan
keempat aspek ini, diharapkan dapat menunjang proses internalisasi dan eksternalisasi ? proses aliran sikap dan nilai yang masuk ke pribadi individu dan keluar daripadanya ? pada diri peserta didik sehingga etika, etiket, dan pandangan hidup tradisional yang penuh ethos
dapat mendarah-daging pada setiap pribadi.