Abstract :
Kabupaten Kotawaringin Barat adalah salah satu kabupaten di provinsi
Kalimantan Tengah. Ibu kota kabupaten ini terletak di Pangkalan Bun. Kabupaten
ini memiliki luas wilayah 10.759 km². Kotawaringin Barat yang masih tertinggal
pembangunan fisiknya dibandingkan berberapa daerah di Indonesia memiliki
infrastruktur untuk menunjang aktivitas penduduk setempat seperti bandar udara
dan pelabuhan laut. Pelabuhan laut di Kabupaten Kotawaringin Barat terletak di
Kecamatan Kumai yaitu pelabuhan Panglima Utar, sebuah pelabuhan laut kelas
IV yang cukup sibuk tetapi dari segi fasilitas belum memadai sehingga
pemerintah daerah setempat memutuskan untuk merencanakan pemindahan
aktivitas pelabuhan ke wilayah lain yang lebih strategis.
Pelabuhan merupakan tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di
sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan
kegiatan ekonomi yang digunakan sebagai tempat bersandar ,berlabuh, naik-turun
penumpang dan atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas
keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat
perpindahan mitra dan antar moda transportasi. (UU no 21 Tahun 1992 Bab I
Pasal 1).
Pelabuhan di Sebuai, Kecamatan Kumai ini dirancang untuk memenuhi
kebutuhan fungsi sebagai sarana publik dan memenuhi kriteria sebagai: Gateway,
Interface, Link, dan Industry Entity melalui tata massa, sirkulasi dan visualisasi
desain bangunan dengan pendekatan arsitektur ekspresionisme. Nilai-nilai dari
arsitektur ekspresionisme diwujudkan untuk membentuk karakter atau ikon dari
Kabupaten Kotawaringin Barat yang selama ini tertinggal sehingga melalui
pembenahan infrastuktur publik berupa pelabuhan laut dapat meningkatkan mutu
kualitas kehidupan di Kotawaringin Barat