Abstract :
Menurut Sunar Wibowo dalam website Dinas Kesehatan tahun 2014, kesehatan gigi dan mulut
di Indonesia sudah masuk ke dalam 10 besar penyakit masyarakat. Dengan rajin memeriksakan
kondisi gigi dan mulut seseorang, maka kita dapat dengan mudah mendeteksi tingkat kekompleksan
dan permasalahan gigi dan mulut, serta akan mengurangi terjadinya infeksi karena gigi dan mulut
menjadi sehat. Ada beberapa permasalahan desain yang terjadi di dalam klinik pemeriksaan gigi dan
mulut yang berujung pada ketidaknyamanan. Permasalahan pertama adalah masalah
ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh psikologi pasien yang akan pergi ke tempat perawatan dan
pemeliharaan gigi. Masalah yang kedua adalah situasi dan keadaan lingkungan perawatan gigi yang
kerap kali mengakibatkan rasa takut dan cemas. Dan yang terakhir adalah belum adanya klinik yang
memiliki fasilitas lengkap dan memenuhi standart ? standart perancangan Klinik Spesialis Gigi dan
Mulut. Dewasa ini, dunia kedokteran khususnya kedokteran gigi dan mulut telah berkembang sangat
pesat. Jenis penanganan yang ditawarkan semakin beragam, sehingga fasilitas pelayanan gigi dan
mulut dituntut semakin lengkap.
Penelitian tentang, ?Klinik Spesialis Gigi dan Mulut dengan Mengolah Tatanan Massa dan
Fasad Bangunan Melalui Pendekatan Arsitektur Late - Modern? ini bertujuan agar mendapatkan
konsep rancangan Klinik Spesialis Gigi dan Mulut di Kota Yogyakarta yang mampu mewadahi
pelayanan kesehatan yang saling berintegrasi dan memiliki penampilan bangunan yang atraktif dengan
mengolah tatanan massa dan fasad bangunan melalui pendekatan arsitektur late modern. Yang
membedakan klinik gigi biasa dengan Klinik Spesialis Gigi dan Mulut ini adalah terletak pada fasilitas
klinik yang mampu mengakomodasi segala penyakit gigi dan mulut pasien yang mencakup ke delapan
spesialisasi dokter spesialis gigi dan mulut yang ada.
Suatu Klinik Spesialis Gigi dan Mulut yang mampu mewadahi pelayanan kesehatan dengan
tampilan bangunan yang atraktif, memiliki fasilitas yang terintegrasi, dan terjangkau bagi pengguna
diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat pada pentingnya kesehatan gigi dan mulut. Oleh
karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan perencanaan dan perancangan Klinik
Spesialis Gigi dan Mulut di Kota Yogyakarta yang memiliki keterkaitan antar fungsi, baik dalam
perwujudan bangunan maupun penggunaan warna yang bervariasi, agar bangunan terlihat lebih
atraktif, serta diharapkan wujud bangunan akan menghilangkan rasa takut pada masyarakat atau anak
? anak untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulut. Metode yang digunakan adalah dengan metode
primer yang didapatkan dari survey lapangan dan metode kepustakaan dengan data sekunder sebagai
sumber datanya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah integrasi tatanan massa, yaitu dengan
meletakkan unit pelayanan medik sebagai sentral, memberikan kesatuan interior yang terbuka melalui
elemen yang modern dengan ruang terbuka di luar bangunan, serta pengaturan sirkulasi secara linier
dan komposit. Sedangkan bentuk fasad yang atraktif di dapatkan dari pengolahan komposisi bangunan
dengan penarikan dan penambahan/ pengurangan bentuk, memperkuat unsur geometris pada bentuk
bangunan, menggunakan warna ? warna yang kontras, melakukan olah tekstur material, menggunakan
struktur sebagai elemen dekorasi, dan menciptakan proporsi yang atraktif dengan bangunan yang
tinggi rendah.