Abstract :
Yogyakarta adalah salah satu kota destinasi wisata yang paling banyak
dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Salah satu moda
transportasi yang banyak diminati adalah dengan menggunakan pesawat terbang,
maka dibutuhkan fasilitas bandara. Pada saat ini Yogyakarta sudah memiliki
bandara internasional yang bernama bandara Adisutjipto, namun pada saat ini,
bandara Adisujipto sudah tidak mampu lagi untuk mewadahi 6,2 juta penumpang
tiap tahunnya yang menggunakan bandara ini. Untuk itu, diperlukan sebuah
bandara baru dengan landasan pacu yang lebih panjang agar pesawat-pesawat
besar yang selama ini tidak dapat mendarat di landasan pacu Adisutjipto dapat
mendarat di bandara baru. Lokasi yang memungkinkan untuk bandara baru adalah
sebelah selatan Kulon Progo, di pesisir pantai, karena kontur tanah yang rata dan
kepadatan penduduk yang belum padat.
Adanya bandara di Kulon Progo akan menjadi sebuah landmark baru bagi
kabupaten Kulon Progo melalui tata ruang dan tata rupa bangunan. Analogi
bentuk ombak pantai selatan akan diterapkan dalam perencanaan ini baik tata
ruang maupun tata rupa bangunan.