Abstract :
Perkembangan globalisasi di Indonesia saat ini mulai menguasai
kehidupan masyarakat. Tanpa disadari perkembangan globalisasi juga membuat
masing-masing individu terlalu sibuk dengan kepentingan duniawi.
Disisi lain, masyarakat menginginkan kegiatan yang bermanfaat untuk
mengisi waktu libur, salah satunya dengan bina iman. Melalu bina iman,
seseorang akan memperoleh spirit yang baru untuk kembali menjalani rutinitas.
Bagi umat kristiani, bina iman dapat dilakukan melalui kegiatan retret.
Kegiatan retret sendiri membutuhkan media yang dapat mewadahi kegiatannya
yaitu Rumah Retret. Rumah retret dengan ruang dan suasasana yang mendukung
akan membantu kegiatan/proses retret berjalan sesuai dengan tujuan retret.
Pada penulisan ini, ?Rumah Retret dengan Analogi Bentuk Filosofi Hidup
Santo Ignatius Loyola? akan mewadahi kegiatan retret dengan memberikan
suasana meditatif. Melalui filosofi dari nilai hidup Santo Ignatius Loyola, kata
kunci-kata kunci yang didapatkan dari perjalanan hidup Santo Ignatius Loyola
akan ditransformasikan menjadi sebuah bentuk rumah retret melalui simbolik
analogi. Pengolahan jenis bahan, warna, tekstur, dan proporsi pada elemenelemen
pembatas dan pengisi akan diwujudkan menjadi rancangan rumah retret
dengan karakter meditatif.