DETAIL DOCUMENT
KARAKTERISTIK KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM VCT (VOLUNTARY COUNSELING TEST) PRA DAN PASCA TES HIV (Studi Deskripsi Kualitatif pada Klinik VCT Griya Lentera PKBI Yogyakarta)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
SITORUS, FIRMA T. A. P.
Subject
Komunikasi 
Datestamp
2016-11-14 08:05:39 
Abstract :
Konseling menunjukkan adanya pertemuan konselor dan konseli dan menunjukkan adanya proses pengembangan hubungan interpersonal, yang dimulai dari kontak, keterlibatan, keakraban, sebaliknya ada juga perusakan hubungan dan pemutusan hubungan. Meningkatknya hubungan impersonal menjadi interpersonal terutama didukung oleh keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif dan kesetaraan. Kualitas-kualitas tersebut dikenal sebagai karakteristik komunikasi interpersonal yang efektif secara humanistik. Demikian pula dengan VCT (Voluntary Counseling Test), dalam prosesnya membutuhkan pendekatanpendekatan komunikasi interpersonal, untuk membangun suasana berkomunikasi yang nyaman bagi konselor dan konseli. Dengan demikian rumusan permasalahanya adalah bagaimana karakteristik komunikasi interpersonal dalam proses VCT pra dan pasca tes HIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik komunikasi interpersonal dalam Voluntary Counseling Test (VCT) pra dan pasca tes HIV. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan sumber data primer atau informannya adalah pasangan konselor dan konseli. Data didapatkan melalui wawancara mendalam (indepth interview) dan studi pustaka, selanjutnya, analisa data disajikan dalam bentuk deskripsi analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud komunikasi interpersonal dalam VCT berupa pertukaran pesan. Dalam VCT, ada penyampai dan penerima pesan secara bergantian. Konsep komunikasi interpesonal juga ditemukan dalam VCT adalah adanya pengembangan hubungan. Konselor dan konseli adalah orang yang belum kenal sebelumnya. Kemudian, hubungan bergeser dari impersonal menjadi interpersonal ditandai dengan meningkatnya keterbukaan diri. Dari hasil penelitian juga tercipta sebuah model karakteristik komunikasi interpersonal dalam VCT. Dari model tersebut dapat diketahui bahwa yang harus dimiliki oleh konselor agar tujuan konselor dapat tercapai adalah kesan pertama yang baik, keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap menghargai, kesetaraan, keterpercayaan dan kekeluargaan. Dari pihak konseli, beberapa faktor pembukaan diri, timbul ketika konselor memanfaatkan aspek-aspek yang harus dimilikinya.. Faktor tersebut adalah kenyamanan, keterbukaan, sikap positif, dukungan, kesetaraan dan kekeluargaan. 
Institution Info

Universitas Atma Jaya Yogyakarta