Abstract :
Kepuasan konsumen merupakan tujuan utama dari setiap perusahaan, termasuk
perusahaan penyedia layanan jasa. Internet merupakan salah satu penyedia
layanan jasa sebagai bentuk kemajuan teknologi yang banyak diminati oleh
masyarakat sekarang ini. Setiap orang yang menggunakan internet memiliki
tujuan dari penggunaan tersebut. Seseorang yang memanfaatkan internet akan
merasa puas jika dia memperoleh manfaat yang dapat memenuhi kebutuhan dan
keinginannya. Salah satu situs di internet yang sering digunakan sebagai media
untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah situs jejaring sosial.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat kepuasan
pengguna internet dalam mengakses Facebook dan Friendster.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan cara
menyebarkan kuesioner kepada 100 orang responden.
Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive
sampling yang mensyaratkan respondennya adalah remaja dengan kisaran umur
12-20 tahun yang telah memiliki akun Facebook dan Friendster.
Adapun peneliti mencoba meneliti 100 responden tersebut dengan
membandingkan antara harapan terhadap situs jejaring sosial (Gratification
Shought), dengan kinerja Facebook dan Friendster (Gratification Obtain).
Harapan dan kinerja yang dibandingkan tersebut meliputi fungsi situs jejaring
sosial sebagai media yaitu meliputi penggunaan media sebagai media untuk
menambah wawasan (cognition), media untuk mengisi waktu luang
(stimulation), media pelarian dari masalah yang sedang dihadapi (relaxation),
media untuk membebaskan emosi (emotional release),media untuk menjalin
relasi dengan teman atau keluarga (social utility), dan media untuk menciptakan
hambatan antara dirinya sendiri dengan orang lain atau aktivitas yang sedang
tidak ingin dilakukan (withdrawal). Peneliti ingin mengetahui perbandingan
tingkat kepuasan pengguna internet terhadap Facebook dan Friendster tersebut
berdasarkan usia, jenis kelamin dan cara meng-akses internet. Setelah data
primer diperoleh, maka dilakukanlah analisis dengan menggunakan Uji sample T
test, yang sebelumnya telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap
variabel yang digunakan.
Setelah melakukan analisis terhadap data primer tersebut, diperoleh hasil sebagai
berikut:
a. Sebagian besar responden (96%) merasa puas menggunakan situs jejaring
sosial Facebook maupun Friendster sebagai media untuk membebaskan
emosinya (emotional release) (lihat grafik 3.2).
b. Sebagian besar responden yang merasa puas menggunakan situs jejaring
sosial Facebook & Friendster sebagai media emotional release adalah
responden dengan kisaran umur 18 tahun, adapun frekuensinya sebesar 34
(100%) (lihat tabel 3.37).
xviii
c. Perempuan memiliki tingkat kepuasan yang sama pada Facebook dan
Friendster sebagai media emotional release yaitu dengan frekuensi sebesar
67 (94,4%), sedangkan laki ? laki cenderung lebih puas pada Friendster
dengan frekuensi sebesar 27 (93,1%), pada Facebook hanya 26 (93,1%)
(lihat tabel 3.38).
d. Pengguna warnet memiliki tingkat kepuasan yang paling tinggi sebagai
media emotional release dengan frekuensi 56 (94,8%) pada Facebook dan
55 (94,8%) pada Friendster. Sedangkan pengakses Facebook maupun
Friendster yang menggunakan free access memiliki tingkat kepuasan
terendah yaitu sebesar 16 (88,2%) (lihat tabel 3.39).
Berdasarkan hasil yang telah diperoleh dari penelitian ini, terdapat beberapa hal
yang dapat menjadi saran bagi para pembaca, antara lain:
a. Saran Akademis
Peneliti berharap pada penelitian berikutnya untuk dapat lebih mengkaji
fenomena situs jejaring sosial, misalnya dengan memperluas lingkup
responden tidak lagi pada remaja saja, karena mengingat situs jejaring sosial
yang bersifat universal dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, baik
individu maupun komunitas tertentu.
b. Saran Praktis
Beberapa fitur yang telah ada memang cukup menunjang untuk memenuhi
kebutuhan penggunanya untuk pemuasan kebutuhan akan situs jejaring
sosial sebagai media. Namun ada beberapa hal yang bisa ditambahkan
seperti halnya, kebutuhan akan informasi yang selalu up to date (cognition)
nampaknya sering mendapatkan perhatian tersendiri bagi para pengguna
internet, hal ini dapat dimaksimalkan misalnya dengan menambahkan fitur
news yang selalu up to date pada situs jejaring sosial atau dengan
menyertakan berbagai link situs berita untuk memudahkan pengguna
menikmati fungsi situs jejaring sosial sekaligus dapat meng - up date
informasi. Sehingga situs jejaring sosial dapat menjadi sebuah fenomena
media one stop on-line activities, yang memungkinkan penggunanya
melakukan berbagai aktivitas internet seperti halnya browsing, blogging,
chatting dan lain sebagainya hanya dalam satu jendela (window).