DETAIL DOCUMENT
PEMAKNAAN “TOP OF THE LINE” DALAM IKLAN TVC GET A MAC VERSI TOP OF THE LINE (STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF TENTANG KOMPONEN VERBAL DAN NONVERBAL DALAM IKLAN MAC)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Wibowo, Stefanus Radityo Adi
Subject
Kajian Media 
Datestamp
2016-11-14 12:23:57 
Abstract :
Iklan Get a Mac merupakan sebuah iklan milik Apple Computer yang melalui masa empat tahun kampanyenya berhasil meraih penghargaan sebagai Campaign of The Decade. Salah satu ciri kampanye iklan ini selalu menggunakan bahasa simbolik dengan menampilkan PC sebagai pesaingnya dalam menyampaikan pesannya. Iklan Get a Mac versi Top of The Line salah satu kampanye iklan yang menjadi obyek penelitian ini menggunakan istilah top of the line yang berusaha menyampaikan pesan mengenai bagaimana komputer yang hebat ditampilkan. Tujuan penelitian ini kemudian untuk melihat bagaimana istilah top of the line tersebut dimaknai melalui iklan Get a Mac. Melalui tujuan tersebut, penulis menggunakan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka untuk memaknai istilah tersebut digunakan sebagai pesan manipulasi dengan tujuan menjual. Iklan ini merupakan iklan televisi atau audio visual yang ditayangkan di negara Amerika Serikat, sehingga untuk mampu memaknai representasi istilah top of the line, penulis perlu melihatnya pula melalui sudut pandang latar budaya yang berbeda. Penulis kemudian menggunakan teori pemaknaan milik Roland Barthez yang memiliki dua tahap analisis secara denotasi dan konotasi sebagai teori yang dianggap mampu menembus hingga ke aspek perbedaan budaya dari iklan Get a Mac ini. Penulis menguraikan iklan ini kedalam tiap scene untuk mampu menganalisis tiap bahasa verbal dan nonverbal yang digunakan. Melalui analisis pemaknaan dua tahap denotasi dan konotasi dari setiap bahasa verbal dan nonverbal yang penulis uraikan disetiap scene, ditemukan hasil bahwa istilah top of the line dalam konteks komputer yang hebat merupakan bahasa kreatif yang digunakan iklan ini untuk menyampaikan pesan manipulatif dengan tujuan menjual. Menggunakan pendekatan parodi komedi cara Amerika Serikat, iklan ini ternyata selalu berusaha menjatuhkan PC sebagai pesaingnya dengan cara menampilkan atribut-atribut seperti cara berpakaian, gerakan tubuh, penokohan, hingga pemilihihan setiap kata yang diucapkan dalam konteks bahasa Inggris Amerika, dan lain-lain. Semua simbol-simbol tersebut tidak lain adalah untuk menyampaikan pesan bahwa Mac merupakan produk yang pantas dibeli daripada pada PC, meskipun sebenarnya Mac sendiri memiliki banyak kekurangan seperti PC. Kesimpulan yang dapati diambil melalui penelitian ini adalah bahwa sebuah iklan menyimpan banyak pesan yang meski terlihat kreatif, namun dibaliknya terdapat konstruksi realita yang dimanipulatif dengan tujuan menjual. Saran yang dapat disampaikan penulis melalui penelitian ini kemudian agar konsumen lebih berhati-hati dalam menerima pesan yang disampaikan sebuah iklan agar jangan begitu mudah termakan iklan. 
Institution Info

Universitas Atma Jaya Yogyakarta