Abstract :
Gereja merupakan suatu perkumpulan orang-orang yang beriman kepada Kristus. Gedung Gereja
Katolik Kristus Raja Wasuponda merupakan sebuah rumah ibadah yang menjadi tempat
berkumpulnya umat Katolik di stasi Wasuponda, Paroki Maria Immaculata, Keuskupan Agung
Makassar. Dengan jumlah umat yang semakin bertambah, pembangunan gedung gereja yang
baru diharapkan dapat menampung semua umat dengan segala kegiatan menggereja yang ada.
Berlokasi di Kabupaten Luwu Timur, kecamatan Wasuponda dengan umat yang berlatar
belakang etnis mayoritas Toraja dan Flores. Dengan latar belakang etnis yang berbeda, umat
hidup dalam kebersamaan membangun kehidupan menggereja dengan semangat persaudaraan,
sejalan dengan visi Arah Dasar Keuskupan Agung Makassar yaitu Persaudaraan Sejati.
Kebersamaan dan rasa persaudaraan dalam ragam etnis yang berbeda berusaha diterapkan dalam
rancangan Arsitektural. Latar belakang yang berbeda ditegaskan dalam kekhasan rumah
tradisional Toraja maupun Flores, yang yang berusaha diinkulturasi untuk dapat menjadi sebuah
rancangan arsitektural Gereja Katolik Kristus Raja Wasuponda dengan tetap memperhatikan
penciptaan ruang-ruang yang memberikan suasana sakral. Mengangkat arsitektur tradisional
Toraja dan Flores menjadi landasan kosep dengan demikian pendekatan yang diterapkan adalah
Arsitektur Vernakular. Langkah yang dilakukan adalah dengan menganalisis bentuk rumah
tradisional dan ragam hias yang dimiliki oleh etnis Toraja dan Flores kemudian
mentransformasikan kedalam bentuk yang lebih sederhana tanpa menghilangkan pola
tradisionalnya. Lebih spesifik, penciptaan ruang di dasarkan pada rancangan tata ruang dalam
berdasarkan simbolisasi hirearki rumah Toraja dan tampilan fasad dengan inkulturasi arsitektur
Toraja dan Flores.