Abstract :
Instructional Communication Strategies On Imbas Primary School of The
Underdevelopment of Rural Area (Strategi Komunikasi Instruksional Sekolah
Dasar Imbas Desa Tertinggal)
Komunikasi instruksional merupakan bagian dari komunikasi pendidikan yang
lebih berfokus pada situasi belajar yang sedang berlangsung baik dalam situasi
formal, non formal, maupun informal. Tujuan komunikasi ini adalah mengubah
perilaku dari segi kognitif, afektif, dan behavior. Dalam penelitian ini peneliti
lebih mengkaji komunikasi instruksional dalam situasi formal seperti di sekolah
karena proses pembelajaran sering dilakukan di situasi tersebut.
Daerah tertinggal merupakan daerah yang relatif kurang berkembang
dibanding dengan daerah lain karena memiliki ciri-ciri diantaranya, letak
geografis yang sulit dicapai, SDM rendah, minimnya sarana dan prasarana,
minimnya sarana dan prasarana baik di bidang ekonomi, sosial, kesehatan,
pendidikan, dan sebagainya. Pendidikan menjadi faktor penting terbentuknya
SDM yang berkualitas. Namun, patut disasari bahwa pendidikan di daerah
tertinggal kurang mendapat perhatian khusus.
Sekolah Dasar merupakan pendidikan dasar yang berpengaruh pada
jenjang pendidikan berikutnya. Dalam satu wilayah terdapat dua kategori sekolah
dasar yaitu SD Inti dan SD Imbas. Dalam penelitian ini peneliti mengambil objek
penelitian SD Imbas karena memiliki karateristik diantaranya kurang mendapat
perhatian dari pemerintah, minim sarana dan prasarana pendidikan, serta
lokasinya yang jauh. Salah satunya adalah SD Kandangan 01 Bawen yang terletak
di desa tertinggal.
Strategi komunikasi instruksional digunakan supaya tujuan dari
komunikasi instruksional bisa tercapai. Untuk di daerah tertinggal, biasanya
perubahan perilaku yang ingin dicapai adalah peningkatan motivasi belajar. Oleh
karenanya tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi
komunikasi instruksional supaya siswa bisa lebih termotivasi untuk belajar.
Strategi komunikasi instruksional khususnya di sekolah dasar yang terletak di
desa tertinggal sangatlah berbeda dengan daerah yang sudah maju. Karateristik
sasaran sangat menetukan perbedaan strategi tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana peneliti berusaha
memahami dan menjelaskan perilaku manusia dalam situasi tertentu. Sementara
pendekatan yang digunakan adalah dengan fenomenologi. Asumsinya adalah
bahwa peneliti berusaha memahami arti peristiwa berdasarkan pandangan subjek