Abstract :
Setiap manusia pasti membutuhkan hiburan untuk mengendurkan urat saraf yang tegang setelah
bekerja atau beraktifitas, baik dalam hal psikologisnya atau fisik serta dalam bentuk audio atau
visual. Dalam hiburan audio visual,film atau sinema paling banyak digemari oleh
masyarakat.Hal ini disebabkan karena tidak banyak membuang waktu dalam menikmati hiburan
tersebut.Industri film layar lebar dunia menjadi pemikat bagi banyak orang termasuk dari
industri perfilman Hollywood,Hongkong,Bollywood, maupun Indonesia sendiri.Perkembangan
dunia perfilman juga turut diikuti oleh sarana dan prasarana yang mendukung.Salah satunya
adalah gedung bioskop yang terorganisir sebagai bidang usaha yang disebut ?CINEPLEX?.
Perancangan Cineplex membutuhkan tuntutan kenyamanan fisik dan psikis dalam bangunan.
Kenyamanan fisik dapat berupa akustik dan visual dengan mengikuti bentuk ruang di dalam
bangunan.Akustik yang tercipta akan membawa suasana yang lebih hidup dalam menoton
film sehingga visual yang tercipta akan terasa lebih nyata.Pembagian ruangan yang ditata dengan
baik dalam hal sirkulasinya akan menjadikan bangunan tersebut berfungsi secara baik sehingga
dapat memberikan informasi yang baik dalam bangunan. Untuk menambahan keunikan dan
kenyamana psikis dari bangunan ini,maka untuk sirkulasi jalan menuju studionya akan dibuat
berbeda dengan peruangan,pencahyaan, tekstur,material, dan warna berdasarkan konsep budaya
lokal Dayak dengan permainan ornament-ornamen yang ada sehingga pengunjung akan
menikmati interior yang berbeda dari bangunan Cineplex lainnya. Untuk memcerminkan ciri
khas daerah sebagai daya tarik kawasan wisata dan mengangkat kembali citra bangunan
daerah yang hamper tergeser oleh modernisasi bangunan-bangunan masa sekarang,maka
bangunan Cineplex ini akan dipadukan dengan arsitektur daerah khusus Palangkaraya. Untuk
mewujudkan wadah rancangannya, maka nilai ? nilai positif suku Dayak dalam menjalani
hubungannya dengan alam dan sesamanya akan di diwujudkan ke dalam rancangan dan
elemen arsitekturalnya dengan pendekatan Arsitektur Dayak.