Abstract :
Yogyakarta merupakan kota di Indonesia yang mengikuti perkembangan Seni Fotografi.
Pesatnya perkembangan Seni Fotografi di Yogyakarta dikarenakan pengaruh dari perkembangan zaman
yang berkembang pula di Yogyakarta. Selain itu, Yogyakarta juga merupakan sebuah contoh ideal
dimana Seni Fotografi dan budaya modern kontemporer dapat terhubung dan membangun bersama
dengan seni budaya tradisional masyarakat setempat. Hal ini lah yang membuat Yogyakarta menjadi kota
destinasi wisatawan yang populer hingga saat ini. Berawal dari fakta tersebut, maka Yogyakarta
membutuhkan ruang yang mampu menampung segala bentuk karya Seni Fotografi yang tercipta. Salah
satu langkah kongkrit adalah dengan hadirnya Galeri Fotografi. Galeri Fotografi menjadi wadah dimana
publik bisa menikmati suguhan karya Seni Fotografi secara apresiatif. Namun dalam praktik apresiasinya,
kondisi ini juga perlu didukung dengan sifat publik yang edukatif. Salah satunya adalah dengan cara
menumbuhkembangkan fasilitas edukasi Seni Fotografi seperti sanggar pendidikan Seni Fotografi.
Namun tidak cukup berhenti sampai di sana, kehadiran Galeri Fotografi yang apresiatif dan edukatif harus
mampu memberikan kualitas yang baik bagi Fotografer dan publik. Faktanya, bahwa beberapa Galeri foto
dan Galeri Seni di Yogyakarta hanya memberikan ruang pamer saja tanpa memikirkan keleluasaan
seniman dan Fotografer dalam ?menata ruang membangun rupa?. Terkadang sisi arsitekturlah yang
kurang mendukung wajah dari suatu karya Seni Fotografi. Maka dalam hal ini Galeri foto dengan sifat
fleksibilitas ruang dengan pendekatan tata cahaya alami menjadi salah satu jawaban kecemasan para
seniman dan fotografer dalam upaya menyampaikan nilai dan pesan moral yang terkandung dalam
karyanya. Kehadiran Galeri foto dengan sifat fleksibilitas ruang dengan pendekatan tata cahaya alami ini
menjadi salah satu wadah kegiatan apresiasi dan edukasi Seni Fotografi di Yogyakarta yang secara baik
bagi para pelaku kegiatannya.