Abstract :
Hal-hal yang mendasari perancangan Wisma Universitas Atma Jaya Yogyakarta
ini adalah 1. Universitas Atma Jaya Yogyakarta merupakan Universitas yang
belum memiliki wisma, selama ini jika ada kegiatan yang diadakan diluar kampus
selalu menyewa wisma, 2. Wisma dimaksudkan untuk mendukung kegiatankegiatan
yang diadakan oleh Universitas ataupun Civitas Academica yang berada
diluar kampus, 3. Harga sewa wisma yang semakin lama semakin mahal, 4.
Universitas Atma Jaya Yogyakarta memiliki lahan kosong di Kaliurang. Wisma
Universitas Atma Jaya Yogyakarta di Kaliurang, Sleman, Yogyakarta adalah
Wisma yang direncanakan untuk seluruh Civitas Academica Universitas Atma
Jaya Yogyakarta. Lokasi terletak di Jl. Boyong, Kaliurang, Sleman, Yogyakarta.
Merupakan tanah milik Yayasan Slamet Rijadi Yogyakarta. Berupa hutan
pepohonan dengan kontur +50cm sampai ? 250cm, dengan luas: 6.927 m2.
Didesain dengan Konsep karakter Unggul, Inklusif, Humanis dengan Pendekatan
Arsitektur Tropis. Unggul: menggunakan kolom besar yang mewujudkan
bangunan Wisma yang kuat dan kokoh. Terdapat lapangan basket outdoor dan
lapangan outdor, berupa lapangan terbuka dengan atap pergola logo UAJY,
pancaran ke-7 sinarnya mengarah pada Salib sebagai pemberhentian Jalan Salib
terakhir yaitu kebangkitan Yesus. Inklusif: Kapel letaknya didepan bersebelahan
dengan lobby dekat area parkir sehingga mudah diakses, terbuka untuk warga
sekitar dengan kapasitas 120 orang. Sehingga dapat menjalin interaksi antara
pengguna dan warga sekitar. Ruang makan dapat menampung semua pengguna
bersamaan, didesain terbuka dengan railing kayu untuk melancarkan sirkulasi
udara. Humanis: Menghargai alam sekitar sebagai potensi, mengikuti kontur
dengan sitem cut and fill. Mempertahankan vegetasi dilokasi, antara lain: bambu,
nangka dan kelapa. Menggunakan ram untuk sirkulasi. Fasad bangunan
didominasi oleh fasad UAJYyang mempunyai kesan khas dari UAJY dengan
penggunaan bata bali dan atap limasan. Arsitektur Tropis: banyak bukaan,
penggunan material alami kayu, batu bata dan bata bali, pemilihan warna terang,
melindungi dinding dengan alat peneduh, mempertahankan vegetasi.