DETAIL DOCUMENT
PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN BERKENAAN DENGAN PENGELOLAAN KEBUN BINATANG GEMBIRA LOKA DI KOTA YOGYAKARTA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
MARTYANTO, NIKODEMUS
Subject
Pertanahan, Pembangunan dan Lingkungan Hidup 
Datestamp
2013-05-06 13:21:05 
Abstract :
Dalam penulisan hukum ini penulis mengambil judul pengendalian pencemaran lingkungan berkenaan dengan pengelolaan Kebun Binatang Gembira Loka di Kota Yogyakarta, dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris. Dalam penulisan ini yang akan dibahas adalah mengenai pengendalian pencemaran lingkungan berkenaan dengan pengelolaan Kebun Binatang Gembira Loka dan apakah ada kendala yang dihadapi dalam pengendalian pencemaran berkenaan dengan pengelolaan di dalam kebun binatang. Dari data yang dikumpulkan di lapangan dan berdasarkan hasil wawancara dengan pihak pengelola kebun bintang, bahwa pengendalian pencemaran lingkungan sudah ada dan sudah terealisasikan, hal ini dapat dilihat dari adanya pembangunan tanggul, pembuatan pagar batas wilayah Kebun Binatang Gembira Loka, menyediakan area pengolahan kotoran satwa, dan penempatan kotak- kotak sampah di tempat yang strategis. Untuk kendala yang di hadapi, pihak pengelola kebun binatang terhambat dengan belum adanya laboratorium guna melakukan pengecekan terhadap kotoran padat dari satwa di kebun binatang. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis mengambil kesimpulan bahwa pengendalian pencemaran lingkungan berkenaan dengan pengelolaan Kebun Binatang Gembira Loka sudah terealisasi dengan baik dan sudah sesuai dengan aturan yang ada. Pengendalian pencemaran dilakukan dengan pembangunan tanggul, pembuatan pagar batas di wilayah Kebun Binatang Gembira Loka, menyediakan area pengolahan kotoran satwa, menempatkan kotak- kotak sampah di tempat yang strategis. Hanya saja pengendalian pencemaran menghadapi satu kendala berkenaan dengan pengelolaan di dalam kebun binatang yaitu belum memilikinya laboratorium untuk pengecekan kualitas pupuk dari kotoran satwa. Penulis mengajukan saran yaitu agar pengelola kebun binatang membuat laboratorium sendiri untuk melakukan penelitian mengenai pupuk kandang agar bisa menemukan pupuk kandang yang jauh lebih berkualitas sekalipun hasil percampuran antar kotoran hewan dan dapat menjualnya ke masyarakat, sehingga hasil dari penjualan dapat digunakan untuk menambah fasilitas di kebun binatang.  
Institution Info

Universitas Atma Jaya Yogyakarta