Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
DESTIANA, ADELHEID KARTIKA
Subject
Bangunan Arsitektural
Datestamp
2016-11-24 08:51:19
Abstract :
Dunia perfilman Indonesia sudah ada sejak tahun 1900-an, namun geliatnya baru
berkembang pada era tahun 50-an. Dari era 50-an hingga saat ini (era tahun 2000-an) sudah
ratusan judul film Indonesia yang telah diproduksi.Dari ratusan judul film tersebut, tidak
sedikit pula roll film atau dvd yang sudah rusak karena pengaruh usia maupun faktor lainnya.
Sayangnya, Indonesia belum mempunyai suatu lembaga yang dapat mengarsip dan merawat
film-film Indonesia. Selain itu, minat masyarakat Indonesia masih rendah untuk mau
menonton film produksi dalam negeri. Hal itu disebabkan karena anggapan miring
masyarakat bahwa film Indonesia tidak berkualitas dan tidak layak ditonton. Citra film
Indonesia yang rusak dimata masyarakat itu disebabkan oleh oknum-oknum tidak
bertanggung jawab dalam dunia perfilman Indonesia.
Dari isu-isu yang telah disampaikan sebelumnya, maka dibutuhkan sebuah museum
yang dapat membantu meningkatkan apresiasi dan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat
agar citra film Indonesia tidak lagi dipandang sebelah mata. Museum Film Indonesia ini
sekaligus juga bisa berfungsi sebagai lembaga yang dapat mengarsip dan merawat karyakarya
film Indonesia yang berkualitas. Lokasi pembangunan proyek Museum Film Indonesia
dipilih di Yogyakarta karena memiliki beberapa potensi yang erat kaitannya dengan dunia
perfilman di Indonesia.
Tugas akhir ini akan fokus membahas mengenai dunia perfilman di Indonesia. Selain
itu, menganalisis potensi-potensi yang ada agar ditemukan wujud bangunan Museum Film
Indonesia di Yogyakarta yang dapat meningkatkan apresiasi dan sebagai sarana edukasi bagi
masyarakat melalui pengolahan tata ruang dalam ruang pamer dan tampilan bangunan dengan
pendekatan Arsitektur Kontemporer.