Abstract :
Sepeda motor saat ini sudah sangat banyak dimiliki oleh masyarakat. Data
dari pemerintah menunjukkan jumlah kenaikan permintaan sepeda motor. Selama
kurang lebih 10 tahun terakhir sepeda motor yang paling diminati masyarakat
adalah sepeda motor Honda. Melihat usia perusahaan yang dapat dikatakan muda,
yaitu 67 tahun dan kira-kira baru 44 tahun berada di Indonesia, namun sudah
berhasil memproduksi 40 juta sepeda motor di Indonesia, ini adalah sebuah hasil
yang sangat baik.
Museum Sepeda Motor Honda di Yogyakarta merupakan wadah untuk
semua golongan masyarakat agar lebih belajar memaknai nilai-nilai kehidupan
yang akhirnya membuahkan suatu kesuksesan dan dapat menjadi dampak positif
bagi sesama manusia seperti yang perusahaan Honda lakukan. Masyarakat yang
mengunjungi Museum Sepeda Motor Honda ini diharapkan dapat menikmati
suasana edukatif dan rekreatif yang museum tawarkan. Suasana edukatif sebagai
respon bahwa kota Yogyakarta adalah kota pelajar, dimana terdapat sarana
pembelajaran yang baik untuk kemajuan edukasi. Suasana rekreatif merupakan
respon untuk mengimbangi nilai edukatif agar pengunjung tidak merasa bosan dan
dapat terus mengasah pengetahuannya.
Museum Sepeda Motor Honda akan didesain dengan pendekatan filosofi
?Sangen Shugi?. ?Sangen Shugi? merupakan prinsip yang digunakan oleh
perusahaan Honda dalam berkarya. Prinsip ini terdiri dari tiga bagian, yaitu genba,
genbutsu, dan genjitsu. Genba adalah tempat (the real place to know about Honda),
Genbutsu adalah barang (the real part of Honda), dan Genjitsu adalah kenyataan
(the fact about Honda). Ketiga bagian ini saling berhubungnan, maka dari itu
Museum Sepeda Motor Honda akan memiliki tiga bagian besar yang berhubungan
dalam bangunan yang setiap bagian bangunannya berlandaskan prinsip-prinsip
tersebu