Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
POERNOMOSIDI, RYAN ARIANTO
Subject
Lingkungan Kawasan
Datestamp
2016-11-29 08:34:19
Abstract :
Kebudayaan Jawa saat ini sudah banyak dilupakan seiring masuknya budaya asing ke
Indonesia dan berkembangannya teknologi. Budaya asing itu menggeser kebudayaan
tradisional Jawa sehingga mengubah cara orang-orang berinteraksi. Budaya asing ini berbentuk
permainan elektronik yang lebih individual daripada permainan tradisional. Hal ini
mengakibatkan nilai-nilai dari permainan tradisional dikesampingkan oleh budaya asing.
Bagaimana mengembalikan nilai-nilai budaya tersebut?
Ruang komunal di Kampung Dolanan di Dusun Pandes, Sewon, Bantul menjadi
jawaban yang tepat karena kegiatannya meliputi industri dan edukasi, dimana pengunjung dapat
melihat cara pembuatan, ikut terlibat dalam pembuatan, dan belajar cara bermain. Harapannya
pengunjung dapat dengan sendirinya merasakan bagaimana nilai kebudayaan tersebut di dalam
setiap permainan, baik pembuatan maupun memainkannya.
Pendekatan yang dipakai dalam merencanakan ruang komunal ini adalah arsitektur
tradisional Jawa. Permainan tradisional sendiri adalah hasil dari kebudayaan Jawa sehingga
arsitektur tradisional Jawa sangat cocok untuk menghiasi suasana di Ruang Komunal Kampung
Dolanan. Pendekatan tersebut akan dilebur bersama material modern sehingga bersifat
sustainable terhadap zaman dengan kualitas ruang yang menyatu dengan kebudayaan setempat.
Hasil akhir dari penulisan ini adalah sebuah gambar kerja tentang ruang komunal sebagai
tempat industri edukatif dengan pendekatan arsitketur tradisional Jawa di Kampung Dolanan,
Dusun Pandes, Panggungharjo, Sewon, Bantul