Abstract :
Pasar tradisional bagi masyarakat Indonesia tidak hanya dianggap sebagai
tempat jual beli saja, tetapi telah berkembang sebagai tempat interaksi sosial,
bertemunya masyarakat, dan juga pusat keramaian. Dalam pepatah jawa ada
anggapan ?Tuna satak bathi sanak? yang artinya rugi uang tapi mendapat
saudara. Artinya masyarakat tidak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi juga
hubungan kekeluargaan dapat dibina terus.
Di era globalisasi, pasar tradisional yang dahulu menjadi pusat
perdagangan dan perekonomian masyarakat sudah sedikit tergeser karena adanya
pasar modern. Hal ini menjadikan pertumbuhan pasar tradisional lebih rendah dari
pertumbuhan pasar modern.
Pasar modern di Kabupaten Bantul mulai marak berkembang sejak tahun
2006 terutama pasca gempa bumi. Adanya peningkatan yang pesat dalam
pembangunan mini market di Kabupaten Bantul setiap tahunnya berdampak pada
perkembangan pasar tradisional dan perekomian warga, mengingat banyaknya
warga masyarakat Kabupaten Bantul yang menggantungkan hidupnya di pasar
tradisional untuk menjual hasil pertanian yang mereka dapatkan maupun untuk
berdagang di kios-kios pasar.
Hal inilah yang mendasari penulis untuk melakukan studi mengenai
permasalahan-permasalahan yang menyebabkan tergesernya kedudukan pasar
tradisional oleh pasar modern. Hasil studi ini dikaitkan dengan teori-teori
penunjang yang menjadi landasan bagi penulis untuk melakukan perencanaan dan
perancangan Pasar Tradisional di Kabupaten Bantul.
Perancangan Pasar Tradisional di Kabupaten Bantul ini akan difokuskan
pada aspek pengolahan tata ruang dalam maupun luar, fasad, dan pemilihan
material. Pendekatan Arsitektur Ekologis Modern dipilih karena memiliki prinsip
dan konsep yang sesuai dengan tujuan pembangunan bangunan pasar. Prinsip
arsitektur ekologis modern adalah bagaimana bangunan harus nyaman bagi
penghuni, selaras dengan perilaku alam, dan efisien dalam memanfaatkan sumber
daya alam, sehingga perencanaannya perlu memprediksi kemungkinan
ketidakselarasan dengan alam yang akan timbul dimasa bangunan didirikan,
beroperasi, sampai tidak digunakan.
Hasil perancangan ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif
mewujudkan bangunan Pasar Tradisional di Kabupaten Bantul yang nyaman,
atraktif, dan sustainable sehingga mampu bersaing dengan maraknya
pembangunan pasar modern.
Metode studi literatur, studi lapangan, dan pengolahan data digunakan
untuk mengupas lebih dalam mengenai perancangan Pasar Tradisional di
Kabupaten Bantul yang sesuai untuk menjawab permasalahan yang ada.