Abstract :
Penggunaan material plastik telah banyak digunakan di industri manufaktur. Besarnya
cacat produk hasil injeksi yang berkisar 10%-30% menjadi permasalahan serius untuk
segera diatasi bagi industri mold terutama yang masih menggunakan pola konvensional
saat proses desain dan manufaktur plastik. Meskipun industri ini sudah memanfaatkan
teknologi CAD,CAM dan High Speed Machining (CNC), namun tetap saja cacat produk
yang dihasilkan selalu tinggi. Hal ini juga dialami oleh salah satu perusahaan elektronika
terbesar di Provinsi Jawa Tengah Indonesia dalam membuat mold headpiece kit R67.
Permasalahan yang muncul pada industri ini adalah lamanya waktu saat trial di mold
maker yang berkisar antara empat sampai lima kali trial shoot di mesin injeksi serta
modifikasi mold yang diakibatkan karena adanya kesalahan dalam mendesain konstruksi
mold.
Headpiece kit R67 merupakan bagian dari pintu kulkas (refrigerator). Produk yang
berbahan dasar ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene) ini mengalami cacat dikarenakan
konsep konvensional desain dan manufaktur injeksi molding serta belum standarnya
proses setting parameter pada injeksi molding.
Paradigma baru yang akan dikenalkan dalam paper ini adalah memanfaatkan aplikasi
Computer Aided Engineering (CAE) untuk menanggulangi cacat produk sehingga dapat
memperkecil produk dengan kualitas yang tidak baik di mesin injeksi. Mold Flow Adviser
(MFA) digunakan untuk mendapatkan parameter injeksi yang tepat sehingga produk
yang dihasilkan sesuai spesifikasi pelanggan.
Hasil analisis MFA pada produk Headpiece kit R67 dalam tulisan ini berhasil
mendapatkan acuan injeksi parameter yang tepat dengan spesifikasi : kesejajaran 1.5
mm melengkung ke dalam, solusi untuk mencegah warpage, tidak sinkmark, simulasi
perbandingan pengurangan jumlah gate antara desain mold menggunakan tiga gate
dengan dua gate. Hasil verifikasi analisis produk trial berbasis CAE di industri elektronika
ini mampu mengurangi besarnya cacat produk sebesar 10%.