Abstract :
Ampyang Cokelat FIA merupakan hasil produksi dari UMKM yang terletak di Jl.
Nogosari Kidul No.14, Daerah Istimewa Yogyakarta. Seperti halnya UMKM pada
umumnya, usaha ini juga mengalami kesulitan dalam meningkatkan daya saing
pemasaran produk mereka. Ampyang yang dapat dijual kurang lebih 8 bungkus
per hari, hal ini belum mencerminkan keberhasilan dalam pemasaran produk ini,
maka dari itu ampyang cokelat diarahkan sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta.
Penelitian ini difokuskan pada kebutuhan riset pasar untuk UMKM ampyang
cokelat FIA, sehingga potensi pemasaran produk dapat diidentifikasi dengan
jelas. Riset pasar dilakukan dengan menggunakan Lembar Kerja untuk
mengidentifikasi target customer, dilanjutkan dengan menetapkan hipotesis uji
dengan mempertimbangkan data sekunder yang terkait dengan tingkat kompetisi
dan potensi industri makanan lokal. Pertanyaan yang dibangun ke dalam sebuah
kuesioner akan menangkap minat pasar terhadap ampyang cokelat yang
diarahkan sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta. Metode analisis dilakukan melalui
analisis tren, similiaritas, kontradiksi, dan odd groupings terhadap data primer
yang telah didapatkan melalui penyebaran kuesioner.
Hasil pada penelitian ini berupa lembar kuesioner dan hasil analisis yang
menyatakan bahwa masih banyak responden yang belum mengetahui produk
ampyang cokelat, responden setuju apabila ampyang cokelat dijadikan oleh-oleh
khas Yogyakarta, Harga ampyang cokelat yang diminati adalah Rp. 15.000 -
20.000,-, Tempat penjualan di pusat penjualan oleh-oleh, tempat wisata dan
stasiun, diperlukan gambar Tugu Yogyakarta sebagai khas Yogyakarta pada
kemasan, Varian rasa yang diminati ampyang cokelat original, Kemasan kardus
dengan berat 200gr dengan bentuk batangan / persegi dan kemasan plastik
250gr dengan bentuk bola.