Abstract :
Pengendalian kualitas dan proses produksi merupakan aktivitas penting bagi
perusahaan. Pengendalian kualitas bertujuan agar kualitas dari suatu barang dan
jasa dapat meningkat dan stabil. Suatu perusahaan manufaktur dapat mengurangi
persentase tingkat cacat produk berarti perusahaan manufaktur tersebut sudah
melakukan proses produksi yang baik. Semakin banyak persentase kecacatan
dalam suatu perusahaan akan mengurangi keuntungan dan pendapatan suatu
perusahaan karena produk yang cacat harus di proses kembali dan akan
memakan biaya yang tidak sedikit. Penelitian dilakukan di perusahaan Primatama
Rajawali dimana perusahaan tersebut memproduksi kantong plastik kualitas tiga.
Pada saat ini Primatama Rajawali terkendala pada persentase kecacatan kantong
plastik kualitas tiga yang cukup tinggi yaitu sebesar 6,99% per bulannya. Tingginya
persentase kecacatan tersebut mengurangi keuntungan yang diperoleh
Primatama Rajawali dan apakah pengendalian kualitas yang dilakukan sudah
tepat atau belum tepat.
Masalah yang timbul pada Primatama Rajawali dianalisis dan diidentifikasi untuk
mengetahui penyebab masalah yang timbul, memberikan usulan perbaikan pada
perusahaan dengan menggunakan seven steps method. Seven steps method
memiliki tujuh tahapan dalam mengidentifikasi suatu masalah. Langkah langkah
tersebut adalah mengidentifikasi kesempatan, menganalisis proses saat ini,
mengembangkan solusi optimal, mengimplementasikan perubahan, mempelajari
hasil, standarisasi solusi dan membuat rencana selanjutnya. Tools yang
digunakan untuk mendukung seven steps method adalah seven tools dan new
seven tools. Seven tools of quality adalah alat-alat pembantu yang digunakan
dalam eksplorasi kuantitatif (statistik). New seven tools of quality adalah alat-alat
pembantu yang digunakan dalam eksplorasi kualitatif.
Dari hasil analisis yang telah dilakukan, persentase kecacatan kantong plastik
HDPE kualitas tiga turun 1,82% (1550,28 Kg). Ada 5 faktor yang mempengaruhi
tingkat kecacatan kantong plastik yaitu metode, manusia, mesin, material dan
lingkungan sekitar. Dengan menggunakan matrix dan diagram keterkaitan
penyebab masalah paling dominan dikarenakan kualitas bahanbaku yang tidak
standar