DETAIL DOCUMENT
IDENTIFIKASI DAN PENILAIAN BAHAYA PERMESINAN DENGAN PENDEKATAN HIRA (HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
RUNAWANG, TIARA ALDINA
Subject
Industri 
Datestamp
2016-12-05 10:11:47 
Abstract :
UKM Bubut Korter Mantep merupakan perusahaan yang bergerak dalam pembuatan dan perbaikan suatu produk komponen sepeda motor. Perusahaan ini melibatkan banyak mesin dalam proses produksinya. Mesin-mesin tersebut beberapa kali mencelakakan operator. Pada perusahaan ini belum pernah dilakukan identifikasi dan penilaian bahaya sehingga belum ada pengendalian yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai bahaya mesin serta memberikan usulan perbaikan. Penelitian ini menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) menurut Karthick M. Dan Saravanan P. (2014) dengan berlandaskan langkah 1 hingga 3 yaitu identifikasi bahaya, penilaian resiko dan usulan pengendalian. Identifikasi bahaya menggunakan metode Failure Modes and Effect Analysis (FMEA) dari Goetsch (2002). Identifikasi dengan FMEA meliputi komponen utama tiap mesin dimana nantinya diselidiki dampak apa saja yang terjadi apabila komponen utama mengalami kegagalan (komponen itu sendiri, komponen terkait, sistem, dan operator) serta keterangan metode pemeriksaan dan penilaian potensi kegagalan. Penilaian resiko bahaya dengan model Goetsch menilai dari empat aspek yaitu: severity, Frequency, Possibility dan Likelihood. Pada aspek severity dinilai dari biaya yang dikeluarkan untuk kecelakaan dan hari kerja hilang. Pada frequency dinilai dari jumlah kejadian. Possibility dan likelihood dinilai berdasarkan kuesioner yang diisi oleh perwakilan dari perusahaan untuk menentukan kemungkinan menghindari bahaya dan kemungkinan bahaya terjadi. Hasil penelitian berdasarkan metode HIRA melalui FMEA didapatkan komponenkomponen pada mesin yang memiliki nilai potensi kegagalan dari diabaikan hingga berat. Nilai potensi kegagalan menunjukan pengaruh komponen apabila mengalami kegagalan. Kegagalan tersebut dapat menimbulkan bahaya mekanik (Cutting and Tearing, Shearing, Crushing, Breaking, Straining and Spinning, dan Puncturing). Penilaian dengan model Goetsch mesin yang memiliki resiko paling besar adalah mesin bubut dan gerinda tangan. Mesin yang memiliki resiko lebih rendah adalah mesin frais. Untuk mesin las listrik, las asitelin, bor duduk, dan poles memiliki resiko rendah. Berdasarkan hasil identifikasi dan penilaian resiko maka usulan pengendalian yang diberikan pada tiap-tiap mesin yang memiliki data kecelakaan kerja berdasarkan OHSAS 18001 klausal 4.3.1. adalah pengendalian teknik seperti pemberian penutup, pengendalian adminstrasi seperti kebijakan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) serta perawatan mesin rutin, pengendalian rambu yang berguna sebagai peringatan untuk operator dan pengendalian penggunaan APD agar bahaya dapat dihindari 
Institution Info

Universitas Atma Jaya Yogyakarta