Abstract :
Perkembangan industri yang pesat mengakibatkan penggunaan material logam juga
meningkat khususnya industri manufaktur. Material S45C adalah salah satu material
yang sering digunakan karena harganya yang relatih lebih murah dibanding dengan
material machinery steel yang lain seperti VCL 140 dan VCN 150.
Laboratorium Proses Produksi Fakultas Teknologi Industri, mengalami permasalahan
dalam penyesuaian material baru yaitu S45C. Sifat keras yang dimiliki material ini
membuat biaya dalam proses produksi maupun tugas besar Praktikum Proses
Manufaktur cukup besar. Selain itu, kurang optimalnya kulitas permukaan yang
dihasilkan akibat tip cutter yang mudah patah maupun tumpul yang disebabkan sifat
material yang cukup keras. Heat Treatment didefinisikan sebagai proses pemanasan
dan pendinginan yang diterapkan pada logam dan paduan dalam bentuk padat
sehingga memperoleh sifat yang diinginkan. Annealing adalah salah satu jenis
perlakuan panas, yang memiliki tujuan mengurangi internal stress, menghaluskan
butiran, mengurangi kekerasan (pelunakan logam) sehingga setelah proses ini
diperoleh sifat yang lebih plastis dan ulet. Sifat tersebut membuat benda kerja dapat
dengan mudah dikerjakan oleh mesin.
Berdasarkan hasil penelitian yang didasarkan pada respon nilai kekerasan (HRC),
Roughness Average (Ra), dan waktu permesinan (time machining). Didapatkan
setting parameter annealing yang memiliki respon optimal, yaitu suhu oven 710°C,
stainless foil sebagai material package, holding time 2 jam , dan quenching time 12
jam. Sedangkan hasil dari olah data statistik Minitab14, faktor yang berpengaruh
signifikan terhadap nilai kekerasan adalah suhu oven, dan kombinasi material
package dengan holding time.