Abstract :
CV.Dakota Rumah Konveksi merupakan industri usaha kecil menengah yang
bergerak di bidang produksi garment seperti baju kaos dan kemeja. Produk
utamanya adalah kemeja yang menjadi produk paling sering dipesan pelanggan.
Berdasarkan pengamatan awal, didapatkan bahwa area kerja yang tidak teratur
menimbulkan pemborosan waktu dan aktivitas yang dilakukan oleh pekerja.
Peralatan yang bercampur dan berantakan membuat pekerja menjadi kesulitan
dan memerlukan waktu untuk mencari alat dan bahan pembuatan
kemeja.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah penerapan prinsip 6S
dapat menurunkan waktu proses pembuatan kemeja di CV.Dakota Rumah
Konveksi. Evaluasi dan implementasi 6S dilakukan dengan menggunakan
instrumen audit checklist 6S yang dikembangkan oleh Todd MacAdam. Kondisi
awal menunjukkan keenam pilar seperti Sort, Set in Order, Shine, Standardize,
Sustain, dan Safety belum mencapai angka 3 yang merupakan batas nilai
minimum yang dapat diterima (minimum acceptable level). Sort dengan nilai 1,4;
Set in Order dengan nilai 1; Shine dengan nilai 1,7; Standardize dengan nilai 1,3;
Sustain dengan nilai 1; dan Safety dengan nilai 2,5. Implementasi 6S dilakukan
dengan perolehan nilai rata-rata audit checklist 6S yang meningkat di semua
pilar. Peningkatan yang terjadi adalah pilar Sort meningkat menjadi 3,2; pilar Set
in Order meningkat menjadi 3,2; pilar Shine meningkat menjadi 3,0; pilar
Standardize meningkat menjadi 3,0; pilar Sustain meningkat menjadi 3; dan pilar
Safety meningkat menjadi 3,25. Penerapan prinsip 6S di CV. Dakota Rumah
Konveksi menghasilkan penurunan waktu proses produksi selama 9,83 menit
sehingga waktu proses produksi kemeja mengalami penghematan sebesar
16,07% dari waktu semula.