Abstract :
Perusahaan Yungki Edutoys adalah sebuah perusahaan yang memproduksi
mainan edukasi anak yang terbuat dari serbuk kayu yang dipadatkan. Berdasarkan
hasil observasi yang dilakukan, terdapat beberapa permasalahan yang terjadi di
tempat produksi perusahaan tersebut. Permasalahan-permasalahan tersebut
antara lain adalah jarak antar stasiun kerja, berat beban yang diangkat pekerja,
tingkat pencahayaan dan tingkat kebisingan untuk masing-masing stasiun kerja
yang ada, dan metode kerja yang digunakan oleh pekerja. Berdasarkan
permasalahan-permasalahan tersebut, dilakukan pengaturan ulang tata letak
tempat kerja yang ada dengan mengusulkan metode kerja yang optimum dengan
menggunakan pendekatan Eliminate, Combine, Rearrangement, and Simplify
(ECRS) dan prinsip ekonomi gerakan, menganalisis aktivitas material handling
untuk masing-masing stasiun kerja dengan menggunakan Snook Table, serta
mengusulkan perbaikan lingkungan kerja berupa tingkat pencahayaan dan tingkat
kebisingan dengan menggunakan standar yang sudah ditetapkan. Analisis yang
dilakukan terhadap usulan tata letak tempat kerja yang baru mendapatkan hasil
bahwa lingkungan fisik berupa tingkat pencahayaan dan tingkat kebisingan,
aktivitas material handling dan metode kerja untuk masing-masing stasiun kerja
sudah layak dan aman digunakan. Hal tersebut terlihat dengan naiknya persentase
populasi pekerja yang tidak mengalami gangguan, berat beban masing-masing
aktivitas material handling yang tidak melebih batas maksimum yang
direkomendasikan, tingkat pencahayaan yang sesuai dengan kebutuhan pada
masing-masing stasiun kerja yang ada sesuai dengan standar yang sudah
ditetapkan oleh United Nations Environment Programme (UNEP), tingkat
kebisingan masing-masing stasiun kerja yang masuk dalam kategori aman
berdasarkan pedoman yang dibuat oleh Badan Occupational Safety and Health
Administration (OSHA), dan metode kerja yang sudah sesuai dengan prinsip
ekonomi gerakan.