Abstract :
Pembangunan infrastuktur jalan raya di daerah Yogyakarta perlu
mempertimbangkan kelancaran mobilitas barang dan jasa serta intensitas
mobilitas penduduk. Peningkatan kepemilikan kendaraan pribadi mempengaruhi
volume lalu lintas dan kondisi jalan raya. Dalam hal ini membuat pemerintah
untuk lebih memperhatikan kondisi jalan raya terutama jalan nasional yang
merupakan penghubung antaribukota provinsi, dan jalan strategis nasional. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemeliharaan jalan nasional di
D.I.Yogyakarta yang dilakukan oleh pemerintah yang berada di Km 6,75 (Ruas
Janti) - Km 16,65 ( Batas Prov. Jateng).
Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada responden.
Kuisioner dibagi menjadi dua bagian, yaitu kuisioner untuk Kantor Direktorat
Jenderal Bina Marga dan kuisioner untuk pengguna jalan raya. Penelitian ini
mengacu pada Peraturan Menteri Pembangunan Umum Nomor 13/PRT/M/2011
yang digunakan. Data kuisioner pada kedua bagian dianalisis masing-masing
dengan metode mean dan standar deviasi sehingga diperoleh rata-rata yang
kemudian dilakukan pembahasan dan diskusi terhadap hasil analisis.
Hasil analisis menunjukkan bahwa manajemen pemeliharaan yang
dilakukan pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Pembangunan Umum
Nomor 13/PRT/M/2011 sudah berlangsung baik. Akan tetapi, akibat tidak adanya
kesesuaian antara pemeliharaan jalan yang dilakukan pemerintah terhadap hasil
responden pengguna jalan maka pengelolaan yang dilakukan kurang baik.