Abstract :
Beton bertulang merupakan gabungan logis dari dua jenis bahan/material
yaitu beton polos dan tulangan baja. Beton akan mengalami retak jauh lebih cepat
sebelum baja tulangan dapat memberi dukungan terhadap tarikan secara optimal,
akibatnya akan terjadi retak rambut (micro crack) yang dapat mempengaruhi
keawetan bangunan. Inovasi perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengurangi
retak rambut (micro crack) adalah dengan cara penambahan serat (fiber) pada
adukan beton. Dalam penelitian ini, penulis mencoba melakukan pembuatan balok
beton bertulang dengan penambahan tali beneser bekas pada adukan beton sebagai
serat pada balok beton bertulang.
Pada penelitian ini digunakan serat tali beneser untuk pengujian kuat
lentur balaok. Ukuran penampang benda uji balok adalah 100 mm x 150
mmdengan panjang 1400 mm. Tulangan longitudinal yang digunakan adalah
tulangan polos berdiameter 10 mm dan tulangan geser yang digunakan adalah
tulangan polos berdiameter 6 mm. Variasi benda uji ada 3 dengan masing-masing
variasinya dibuat 2 balok dan 3 silinder. Pada variasi pertama digunakan substitusi
serat 0% dari volume beton. Variasi kedua dengan substitusi serat 0,6% dari
volume beton. Variasi ketiga yaitu beton dengan substitusi serat 0,9% dari volume
beton. Pada penelitian ini dilakukan pengujian kuat lentur balok dengan
menggunakan alat yaitu loading frame beserta hydraulic jack dan load cell
dengan pembacaan beban dan lendutannya menggunakan software dewetron 201.
Dari hasil penelitian ini diperoleh beban maksimum rata-rata adalah Balok
BN, BS 0,6%, BS 0,9% masing-masing sebesar 36,88 KN, 39,66 KN, dan
40,88KN. Persentase kenaikan beban maksimum pada balok BS O,6% dan BS
0,9%dari BN berturut-turut sebesar 7,54% dan 10,85%.