Abstract :
Di dalam industri konstruksi, kecacatan dan kerusakan bangunan merupakan hal
yang sering terjadi. Kerusakan tersebut dapat disumbangkan oleh beberapa
komponen seperti bagian struktur, arsitektur, maupun mekanikal & elektrikal
(M&E). Penilaian Kualitas Bangunan yang dimaksud dalam tugas akhir ini
adalah penilaian kualitas dalam bidang arsitektur, adapun bangunan yang
ditinjau sebanyak tiga bangunan, berupa gedung perkantoran.
Penilaian Kualitas Bangunan dilakukan dengan metode CONQUAS edisi 8 dan
Six Sigma. Hasil penilaian ketiga bangunan dengan metode CONQUAS edisi 8
memperlihatkan nilai yang sangat memuaskan, sebesar 95,5 predikat STAR
untuk BPKP, nilai 90,9 predikat STAR untuk PT. Tata Puri, dan nilai 97,3
predikat STAR untuk DPD RI. Sedangkan hasil penilaian dengan metode Six
Sigma memperlihatkan hasil yang berbeda, dari skala 1-6 level sigma, gedung
BPKP mencapai 2,7 level sigma, gedung PT. Tata Puri mencapai 2,5 level
sigma, dan gedung DPD RI mencapai 3,5 level sigma ? yang berarti ketiga
bangunan masih membutuhkan tindakan perbaikan yang perlu diperhatikan.
CONQUAS dan Six Sigma merupakan metode penjagaan kualitas yang menjamin
keberhasilan pada tahap pelaksanaan untuk menjaga seminimal mungkin
kegagalan/kerugian dapat terjadi, yang dapat diaplikasikan dalam industri
konstruksi.